Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tiga Kunci untuk Melapangkan Dada

Muhajirin Sabtu, 14 Agustus 2021 - 06:30 WIB
Tiga Kunci untuk Melapangkan Dada
Ilustrasi murah hari dan berlapang dada. Foto: Langit7.id/ iStock
LANGIT7.ID - Imam al-Ghazali mengatakan, hati (qalbun) ibarat sebuah alam. Secara fisik kata qalbun artinya jantung. Jika jantung rusak sedikit saja, akan berpengaruh keseluruh tubuh. Demikian pula dengan hati, jika ia lapang maka lapanglah seluruh kehidupan ini.

Sebaliknya, jika alam hati sempit, sempitlah seluruh kehidupan ini. Boleh kita rumah mewah, luas, dan bertingkat, tapi jika hati sempit maka semuanya pasti akan sempit. Karena itu, kenali tiga kunci yang bisa membuat seseorang berlapang dada dalam Surat Al-Insyirah.

Pertama, meridhai setiap kenyataan yang ada di depan mata. Kedua, membebaskan diri dari berbagai tekanan batin dengan iman. Iman bisa memberikan dampak rasa aman. Ketiga, menyenangi dan mencintai kebenaran. Bukan menyenangi kemaksiatan, karena kemaksiatan itu hanya menyisakan kesesakan dada dan kemalangan jiwa.

Untuk mendapatkan tiga kunci kelapangan dada, pintunya adalah sabar. Ada sabar yang cacat dan ada pula sabar yang sempurna. Kesempurnaan sabar terjadi jika seseorang bersabar dalam ketaatan, bersabar dalam meninggalkan maksiat, dan bersabar dengan ridha terhadap semua takdir Allah SWT.

Dada laksana bejana. Jika dimasukkan ke dalamnya materi, bejana itu akan sempit. Sementara qalbun (hati), jika dimasukkan ke dalamnya Islam, maka ia menjadi lapang. Maka semakin kuat kesadaran Islam seseorang, akan semakin lapang juga hatinya.

Ayat pertama surat Al-Insyirah, yakni "Alam nasyraḥ laka ṣadrak." Artinya, "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?" Surat Al-Insyirah berasal dari kata asy-syarh atau al-insyirah, artinya melapangkan.

Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan terkait dengan surat Al-Insyirah ayat 1-2: "Bukankah kami telah melapangkan dadamu (wahai nabi) untuk menerima syariat syariat agama, dakwah kepada Allah, dan menghiasi diri dengan keluhuran akhlak, serta kami meringankan beban darimu dengan itu."

Dalam Li Yaddabbaru Ayatih menjelaskan makna ayat 1-3 surat Al-Insyirah.

1. Diriwayatkan dari Hafsh bin Hamid ia berkata: Ziyad bin Hadir berkata kepadaku: "Bacakanlah kepadaku surah ini", kemudian aku pun membacakan untuknya: { أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ , وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ , الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ } kemudian ia berkata: "Wahai Ibnu Ummi ziyad, beban telah memberatkan punggung Rasulullah? - yakni: Jika beban telah memberatkan punggung rasulullah, lalu bagaimana dengan kamu?. Kemudian dia menangis seperti tangisan bayi.

2. Apakah kamu merasakan beratnya beban itu? { أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ , وَوَضَعْنَا } seperti itulah dosa, memberatkan punggung siapa pun yang memilikinya dan melemahkan siapa saja yang tersisa dalam hatinya perasaan itu... Adapun Rasulullah telah diampuni baginya segala dosa-dosa yang telah berlalu dan yang akan datang, lalu bagaimana dengan dosa saya dan dosamu?

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah menjelaskan makna ayat 5-6 surat Al-Insyirah, "Fa inna ma'al-'usri yusrā, inna ma'al-'usri yusrā." Ini merupakan janji Allah yang tegas bahwa bersama kesempitan terdapat kelapangan, bersama masalah terdapat jalan keluar, dan bersama kesukaran terdapat kemudahan.

Allah SWT berfirman di ayat yang lain yang artinya, "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (QS al-An’am: 125)

Apa petunjuk itu? Dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 2: "Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa." Petunjuk adalah penuntun bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang mengusahakan diri mereka supaya menjadi takwa dengan jalan mengikuti perintah dan menjauhi larangan demi menjaga diri dari api neraka. Wallahu A'lam.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)