Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Santriwati AQC Gemakan Tadabbur Quran di Pengungsian Gempa Cianjur

Muhajirin Sabtu, 03 Desember 2022 - 21:33 WIB
Santriwati AQC Gemakan Tadabbur Quran di Pengungsian Gempa Cianjur
Santriwati Arrahman Quranic College (AQC) mengajarkan tadabbur Quran kepada anak-anak penyintas gempa Cianjur (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Cianjur - Keceriaan tampak jelas di wajah anak-anak penyintas gempa bumi Cianjur, Jawa Barat saat mengikuti kelas tadabbur Al-Qur’an di Masjid Darurat di Desa Cibeureum, Cugenang, Cianjur. Kelas tadabbur tersebut diampu santriwati Arrahman Qur’anic College (AQC) Akhwat.

Ma’had yang berpusat di Megamendung, Cisarua, Jawa Barat itu mengirim 10 santriwati untuk membersamai anak-anak korban gempa. Kelas tersebut bukan sekadar menghafal Al-Qur’an saja, namun ada nilai-nilai tadabbur yang disematkan.

Tentu, tadabbur untuk anak-anak tidak seperti penghayatan orang dewasa pada umumnya. Para santri AQC ini mengajak anak-anak memaknai setiap kejadian dari sudut pandang Al-Qur’an. Penyampaian materi disertai permainan untuk menghalau kebosanan.

“Kita padukan tadabbur dan bermain, biar anak-anak ini tidak bosan di tenda,” kata Diva Annisa, santriwati AQC Akhwat saat berbincang dengan Langit7.id.

Baca Juga: UBN Sambangi Penyintas Gempa Cianjur, Ajak Anak-anak Bermain

Al-Qur’an merupakan obat terbaik untuk mengobati trauma korban bencana alam. Seperti yang terpotret di lokasi pengungsian gempa bumi Cianjur, Jawa Barat. Diva mengampu puluhan anak-anak di sini. Mulai anak usia TK sampai SD. Bahkan, ada yang SMP.

Berdasarkan data AQL Peduli, ada 113 anak yang berada di pengungsian Warungbawang dan Pengungsian Cimaja di desa Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Diva dkk sejak Subuh sampai Isya membersamai mereka memaknai bencana alam dengan cara mengasyikkan.

Ada beberapa program yang dijalankan. Usai shalat subuh, Diva dkk biasanya menyampaikan kepada anak tentang kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Menurut dia, kisah merupakan metode efektif untuk mengobati trauma mereka.

“Kisah-kisah itu kan bagian dari tadabbur, jadi kita sampaikan ke mereka bahwa ‘Rasulullah dan sahabat itu juga pernah loh dapat musibah, tapi mereka sabar’. Jadi, mental anak-anak bisa terbentuk dengan kisah-kisah itu,” tutur Diva.

Baca Juga: AQL Bangun Masjid Darurat, Penyintas Gempa Cianjur Bisa Sujud dengan Tenang

Setelah berkisah, Diva mengajak mereka mengaji bersama. Hingga pukul 09.00 WIB, mereka berkumpul lagi untuk masuk ke kelas Madrasah Ceria. Di kelas ini, Diva dkk mengajak anak-anak untuk murajaah (mengulang) pelajaran sekolah. Di antaranya pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika.

“Kita di sini bukan cuma mengajar Al-Qur’an, di sisi Alimah (akademik) ada madrasah ceriah, di sisi tahfidz ada hafal Al-Qur’an dan penanaman tauhid, dan sirah nabawiyah,” tutur Diva.

Madrasah Ceria bertujuan menjaga semangat belajar anak-anak tersebut. Diva dkk tak ingin anak-anak larut dalam kesedihan, sehingga lupa pelajaran sekolah. Cara belajar pun dibuat santai dan nyaman. Ada permainan di sela-sela pelajaran dan pembagian hadiah untuk anak yang antusias.

“Kita bisa membantu untuk meningkatkan lagi (pengetahuan anak-anak). Karena nggak mungkin mereka itu, stag gitu nggak ada apa-apa di sini. Kita harus asa juga, setidaknya murajaah pelajaran di sekolah,” ujar Diva.

Baca Juga: Pengungsi Gempa Cianjur Awali Hari dengan Mengaji Mendekat pada Ilahi

Usai shalat Ashar, anak-anak itu dikumpulkan lagi untuk belajar di tempat terbuka. Ada banyak macam gim dimainkan di sana. Istilahnya, belajar sambil bermain. Bisa melalui teka-teki ataupun permainan yang mengandung nilai akademis.

“Setelah ashar ada sesi bermain, trauma healing. Jadi, setelah belajar di pagi kita bermain agar mereka bisa melupakan trauma saat gempa. Setelah magrib ada program menghafal surah-surah pendek, kalau subuh mengaji,” kata Diva.

Setelah itu berlanjut setelah Maghrib. Pada sesi ini, anak-anak diajak untuk menghafal surah-surah pendek. Menurut Diva, hafalan surah pendek penting sebagai bekal mereka shalat saat baligh nanti.

“Apalagi anak-anak kan dituntut dari kecil untuk hafal surah-surah pendek, untuk persiapan shalatnya,” ujarnya.

Baca Juga: Penyintas Gempa Kembali Bertani Bawang Kucai, Komoditas Unggulan Cianjur

Diva dkk akan membersamai anak-anak penyintas gempa sampai kondisi Cianjur sudah kondusif. Dia ingin memastikan anak-anak itu kembali ke sekolah dalam keadaan ceria. Tidak ada lagi trauma.

“Rencananya, kita kan ikut dari pihak AQL Peduli, mereka minta kita satu minggu, kita siap aja, Namanya juga mujahidah,” ungkap Diva.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)