Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Penyintas Gempa Kembali Bertani Bawang Kucai, Komoditas Unggulan Cianjur

Muhajirin Sabtu, 03 Desember 2022 - 16:21 WIB
Penyintas Gempa Kembali Bertani Bawang Kucai, Komoditas Unggulan Cianjur
Penyintas gempa Cianjur kembali bertani untuk memanen Bawang Kucai (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Cianjur - Penyintas gempa bumi M5,6 di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat kembali ke sawah dan ladang untuk bertani.

“Kalau di tenda terus, bisa stress kita. Mending bertani teh. Di sini kan umumnya warga menanam Bawang Kucai,” tutur Ibu Yeni saat ditemui Langit7.id di pinggiran sawah tempat bawang Kucai tumbuh.

Ibu Yeni merupakan salah satu korban yang tinggal di Cibeureum. Saat gempa terjadi, dia tengah berada di dapur. Bumi tiba-tiba bergoyang. “Tidak ada aba-aba, dinding dapur langsung roboh,” katanya.

Tanpa pikir panjang dia langsung bergegas mencari keempat anaknya. Dua ada di rumah. Dua lagi di sekolah. “Tidak yang dipikirkan selain anak,” ujarnya. Sore hari, Senin (21/11/2022), Ibu Yeni mendirikan tenda seadanya di ladang tempat dia bertani Bawang Kucai.

Baca Juga: Bangkit dari Duka, Penyintas Gempa Cianjur Berupaya Mandiri Meraup Rupiah

Hingga sepekan lebih sejak gempa mengguncang Cianjur, Ibu Yeni tak ingin larut dalam kesedihan. Dia kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa, pagi ke ladang. Lalu siang hari pulang untuk istirahat.

“Kita tanam bawang kucai. Panen setiap tiga bulan sekali, terus kita jual ke pasar,” ujar Ibu Yeni.

Bawang Kucai memiliki daun yang lebih kecil jika dibanding daun bawang. Daun kucai juga cenderung lebih tipis daripada daung bawang. Daun bawang umumnya memiliki rongga yang lebih besar.

Seluruh permukaan kucai dari ujung ke ujung berwarna hijau pekat. Bagian bawah daun bawang hingga akar berwarna putih. Biasanya, kucai sering dimanfaatkan sebagai toping berbagai makanan, seperti bubur ayam bahkan tumisan dalam jumlah kecil.

Baca Juga: Pengungsi Gempa Cianjur Awali Hari dengan Mengaji Mendekat pada Ilahi

Proses penanaman pun cukup mudah. Sawah yang biasa ditanami padi dibuat seperti bedeng-bedeng. Dari bedeng itu tumbuh tanaman kecil berwarna hijau. Kucai dipanen sekali dalam tiga bulan.

Proses produksi hingga penjualan produk pun terlihat susah-susah gampang. Biasanya suami dan istri berjibaku memanen di sawah. Kucai lalu dibawa ke sungai untuk dibersihkan dari lumpur.

“Setelah itu, baru kita bawa ke pasar untuk dijual. Banyak yang cari, karena jadi penyedap rasa juga,” ujar Ibu Yeni.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)