Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Pengungsi Gempa Cianjur Awali Hari dengan Mengaji Mendekat pada Ilahi

Muhajirin Sabtu, 03 Desember 2022 - 14:10 WIB
Pengungsi Gempa Cianjur Awali Hari dengan Mengaji Mendekat pada Ilahi
Para relawan mengajar mengaji para pengungsi di Cianjur, Sabtu (3/11/2022) (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Cianjur - Di tengah suasana duka pascagempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, para pengungsi tetap berusaha mendekatkan diri pada Ilahi. Gempa jadi pengingat bagi hamba Allah untuk semakin bertaqwa.

Sabtu (3/11/2022), sejak azan subuh berkumandang, orang dewasa di pengungsian sudah antri di toilet darurat. Ada yang membersihkan diri, ada pula yang mengambil wudhu. Mereka kembali ke tenda masing-masing memakai pakaian terbaik. Meski bukan pakaian baru, namun mereka berusaha rapi saat hendak menghadap Allah Ta’ala.

Di dalam musala darurat berukuran 5x7 dua shaf jamaah berdiri rapi bertakbir. Di belakang ada anak-anak dan wanita. Mereka khusyuk mengikuti lantunan Al-Fatiha dari sang imam muda, Andi Zulkifli, Relawan AQL Peduli dan mahasiswa STIQ Ar-Rahman.

Baca Juga: Hidup Prihatin, Penyintas Gempa Cianjur Bertahan dengan Kondisi Seadanya

Lepas shalat subuh, mereka tidak bubar. Mereka tetap duduk rapi melantunkan zikir. Larut dalam asma Allah, sementara anak-anak duduk melingkar. Halaqah kecil terbentuk. Enam relawan bertindak sebagai guru ngaji.

Seperti Irham Najamuddin, relawan dari Nusa Tenggara. Dengan setelan sederhana, dia mengampu sembilan anak. Anak-anak tampak antusias menyetorkan hafalan surah pendek. Lalu, ditutup dengan doa-doa harian.

“Kita berharap dengan seperti anak-anak di sini tidak stress,” kata Irham usai mengajar.

Kesibukan di Dapur Umum

Tak hanya pemandangan di musala, ibu-ibu juga berjibaku di Dapur Umum AQL Peduli. Sebuah panci besar diisi beras untuk disulap menjadi nasi. Lauk sederhana, hanya bihun dan gorengan. Tapi bukan itu yang membuat nikmat. Ada persaudaraan di sini.

Pengungsi Gempa Cianjur Awali Hari dengan Mengaji Mendekat pada Ilahi

Baca Juga: Sekolah Roboh, Anak-anak Pengungsi Gempa Cianjur Belajar di Tenda Darurat

“Ini sudah menjadi aktivitas harian, kita (relawan AQL Peduli) dibantu ibu-ibu di sini rutin menyiapkan sarapan, makan siang, dan makan malam,” kata koordinator Dapur Umum AQL Peduli, Siti Julaiha.

Suasana sarapan pagi sangat syahdu. Orang-orang di sini sangat ramah. Meski menyimpang duka, tapi tak perlu meragukan keramahan mereka. Kosakata khas sunda lumrah terucap, ‘punten’ mudah terdengar.

“Kopi a' langsung bikin aja, ada air panas, tinggal seduh,” kata seorang pria paruh baya saat menawarkan kopi. Lengkap sarung dan peci putih, dia bercanda soal hujan semalam. “Dingin, tapi nikmat tidur di tengah sawah,” begitu katanya.

Dampak gempa bumi magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat masih terasa hingga saat ini. Seratus ribu lebih warga mengungsi karena rumah mereka rusak. Pemerintah dan organisasi kemanusiaan membangun 200 tenda pengungsian untuk tempat tinggal sementara para penyintas.

Baca Juga: 5 Selebritas Turun Langsung Beri Bantuan pada Korban Gempa Cianjur

Proses penanganan bersama gempa Cianjur melibatkan 6.000 lebih relawan yang terdiri dari Basarnas, BNPP, BPBD, TNI/Polri, organisasi kemanusiaan dan relawan dari berbagai kelompok dari luar Cianjur.

Para relawan memfokuskan pendirian posko pendirian posko pengungsian terpusat di desa-desa-desa terdampak karena rumahnya rusak dan tidak berani pulang. Masih terjadi 200 lebih gempa susulan, hingga pekan lebih setelah gempa pertama.

Sebanyak 100.330 jiwa yang biasa tinggal di rumah dengan suasana nyaman tanpa terpaan angin kencang dan derasnya hujan saat malam hari, terpaksa mengisi tenda pengungsian berdesakan dengan warga lain.

Meski pemerintah sudah mengeluarkan peringatan situasi aman bagi warga untuk pulang ke rumah, namun mereka memilih bertahan di pengungsian.

Tidak hanya warga yang rumahnya rusak, warga yang tinggal di perumahan dan perkampungan yang rumahnya hanya mengalami retak, memilih tenda sebagai tempat berlindung, terutama saat malam tiba. Meski tidak senyaman beristirahat di dalam kamar atau rumah, tenda menjadi tempat yang aman dari dampak gempa.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)