LANGIT7.ID, Cianjur - Penyintas
gempa Cianjur masih bertahan di tenda-tenda pengungsian setelah gempa bumi M5,6 mengguncang daerah yang berada di Jawa Barat itu pada Senin (21/11/2022).
Seperti yang terlihat di daerah Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat. Di sini berdiri beberapa posko kemanusiaan, di antaranya AQL Peduli. Ada dua posko yang dibangun AQL Peduli di sini yakni Pengungsian Cimaja dengan jumlah 63 KK.
"Total pengungsi ada 223 dari 63 KK, 116 laki-laki, 107 perempuan, 51 anak-anak, dan 11 lansia," kata relawan AQL Peduli, Habib Rabbani saat ditemui di lokasi, Jumat (2/12/2022).
Baca Juga: Sekolah Roboh, Anak-anak Pengungsi Gempa Cianjur Belajar di Tenda Darurat
Posko Cimaja terletak di antara bangunan-bangunan bekas gempa. Ada rumah yang retak hingga roboh akibat guncangan M5,6. Tinggal di tenda berukuran sedang, kondisi mereka jauh dari kata kondusif.
Ada pula Pengungsian Warung Bawang. Di tempat ini ada 39 KK dengan jumlah pengungsi sebanyak 79 jiwa. 64 di antaranya adalah anak-anak dan 14 lansia. Pengungsian ini jauh dari kata layak. Tapi, tidak ada pilihan lain.
Para korban dan relawan terpaksa membangun tenda-tenda pengungsian di atas sawah. Lalu hujan akan menyisakan lumpur-lumpur di tenda yang meninggalkan kesan tak nyaman. Tapi warga merasa senang dengan kondisi itu. Ketimbang harus kembali ke rumah yang setiap saat dihantui gempa susulan.
Baca Juga: Bupati Cianjur: Pemkab Siapkan 3 Titik Relokasi Penyintas Gempa
"Kita bersyukur, karena banyak relawan disini yang nemenin. Terbantu, dan sangat bersyukur," kata Siti Barkah, salah satu pengungsi saat berbincang dengan
Langit7.id.Mulai Terserang PenyakitDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melaporkan sekitar 2.000-an pengungsi gempa bumi di Cianjur terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Ada pula sekitar 2.000-an pengungsi terserang diare dan hipertensi 1.000-an.
"ISPA itu kalau untuk kumulatif sudah ada 2.000-an orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kab. Cianjur, dr Irfan Nur Fauzy, dikutip Antara.
Dinkes Cianjur juga sudah memberikan perhatian kepada pengungsi yang memiliki komorbid seperti diabetes, hipertensi, dan TBC. "Serta bagaimana kelanjutan pengobatan bagi pasien dengan gangguan jiwa," kata dia.
Baca Juga: Gus Baha: Bencana Alam Belum Tentu Azab, Bisa Jadi Penghapus DosaDinkes Cianjur saat ini memfokuskan upaya pencegahan agar pengungsi tidak terkena penyakit berbasis lingkungan yang berpotensi KLB seperti ISPA, diare, dan hipertensi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendirikan empat puskesmas lapangan di wilayah Cijedil, Cugenang, Nagrak, dan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.
"Itu tetap berjalan. Lalu kita support di empat titik, yakni Nagrak satu puskesmas lapangan, Cugenang dua puskesmas lapangan dan Warungkondang satu puskesmas lapangan," ujar dia.
(jqf)