DPRD Nilai DKI Jakarta Siap jadi Kota Ekonomi Bisnis Pasca IKN Pindah
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 22 September 2022 - 12:05 WIB
Ilustrasi kawasan Monas yang menjadi simbol kota Jakarta. (Foto: Langit7.id/iStock)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menilai Jakarta sudah sangat siap menjadi kota ekonomi pasca Ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kalimantan Timur. Khoirudin mengacu pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 lalu mengungkapkan bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) di Jakarta menjadi yang tertinggi.
"Itu artinya SDM (sumber daya manusia) kita sudah siap untuk menjadi kota khusus ekonomi. Hal ini juga karena Jakarta memang sudah menjadi pusat ekonomi sebelum merdeka," kata Khoirudin saat bimbingan teknis (Bimtek) ketiga tahun 2022 bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Aston Semarang, dikutip Kamis (22/9/2022).
Baca Juga:Bertemu Jokowi, Putin Tawarkan Investasi Bangun Kereta Api di IKN
Khoirudin berharap, dengan memiliki kekhususan dan menjadi Kota Ekonomi, maka pendapatan asli daerah (PAD) diyakini tidak akan menurun. Meskipun di satu sisi Jakarta sudah tidak menyandang status Ibu Kota.
"Dampaknya akan sangat besar pada penghasilan daerah kita. Ini juga bisa meningkatkan pembangunan buat Jakarta," ujarnya.
Terkait paparan sejumlah sajian materi mengenai kekhususan Jakarta pasca perpindahan IKN yang dibahas saat bimtek kali ini, Khoirudin mengaku puas. Sebab, Kemendagri dalam salah satu materinya menyebutkan Jakarta telah siap menjadi pusat ekonomi dan bisnis setelah Ibu Kota Negara (IKN) resmi pindah ke Kalimantan.
"Bimtek kali ini sangat spesial karena membahas tentang Jakarta pasca ada UU (undang-undang) nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Dua tahun setalah IKN ditandatangani, maka Ibu Kota pindah ke Kalimantan Timur," ucapnya.
"Itu artinya SDM (sumber daya manusia) kita sudah siap untuk menjadi kota khusus ekonomi. Hal ini juga karena Jakarta memang sudah menjadi pusat ekonomi sebelum merdeka," kata Khoirudin saat bimbingan teknis (Bimtek) ketiga tahun 2022 bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Aston Semarang, dikutip Kamis (22/9/2022).
Baca Juga:Bertemu Jokowi, Putin Tawarkan Investasi Bangun Kereta Api di IKN
Khoirudin berharap, dengan memiliki kekhususan dan menjadi Kota Ekonomi, maka pendapatan asli daerah (PAD) diyakini tidak akan menurun. Meskipun di satu sisi Jakarta sudah tidak menyandang status Ibu Kota.
"Dampaknya akan sangat besar pada penghasilan daerah kita. Ini juga bisa meningkatkan pembangunan buat Jakarta," ujarnya.
Terkait paparan sejumlah sajian materi mengenai kekhususan Jakarta pasca perpindahan IKN yang dibahas saat bimtek kali ini, Khoirudin mengaku puas. Sebab, Kemendagri dalam salah satu materinya menyebutkan Jakarta telah siap menjadi pusat ekonomi dan bisnis setelah Ibu Kota Negara (IKN) resmi pindah ke Kalimantan.
"Bimtek kali ini sangat spesial karena membahas tentang Jakarta pasca ada UU (undang-undang) nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Dua tahun setalah IKN ditandatangani, maka Ibu Kota pindah ke Kalimantan Timur," ucapnya.