LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua
DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menilai Jakarta sudah sangat siap menjadi kota ekonomi pasca Ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kalimantan Timur. Khoirudin mengacu pada laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 lalu mengungkapkan bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) di Jakarta menjadi yang tertinggi.
"Itu artinya SDM (sumber daya manusia) kita sudah siap untuk menjadi kota khusus ekonomi. Hal ini juga karena Jakarta memang sudah menjadi pusat ekonomi sebelum merdeka," kata Khoirudin saat bimbingan teknis (Bimtek) ketiga tahun 2022 bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Aston Semarang, dikutip Kamis (22/9/2022).
Baca Juga: Bertemu Jokowi, Putin Tawarkan Investasi Bangun Kereta Api di IKNKhoirudin berharap, dengan memiliki kekhususan dan menjadi
Kota Ekonomi, maka pendapatan asli daerah (PAD) diyakini tidak akan menurun. Meskipun di satu sisi Jakarta sudah tidak menyandang status Ibu Kota.
"Dampaknya akan sangat besar pada penghasilan daerah kita. Ini juga bisa meningkatkan pembangunan buat Jakarta," ujarnya.
Terkait paparan sejumlah sajian materi mengenai kekhususan Jakarta pasca perpindahan
IKN yang dibahas saat bimtek kali ini, Khoirudin mengaku puas. Sebab, Kemendagri dalam salah satu materinya menyebutkan Jakarta telah siap menjadi pusat ekonomi dan bisnis setelah Ibu Kota Negara (IKN) resmi pindah ke Kalimantan.
"Bimtek kali ini sangat spesial karena membahas tentang Jakarta pasca ada UU (undang-undang) nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Dua tahun setalah IKN ditandatangani, maka Ibu Kota pindah ke Kalimantan Timur," ucapnya.
Baca Juga: Dubes Distrik Finansial London Jajaki Peluang Investasi di IKNDalam kesempatan itu, Analisis Hukum Kemendagri Alpin Rahman mengungkapkan wacana tersebut muncul setelah sejumlah pakar melakukan kajian dan studi banding ke beberapa negara yang pernah memindahkan Ibu Kotanya. Dia pun mencontohkan Amerika saat pusat pemerintahannya pindah dari New York ke Washington.
"Itu contoh negara maju yang dari pusat pemerintahnya dipindahkan, maka daerah yang lama biasanya dijadikan daerah ekonomi bisnis, contohnya seperti di Amerika. Ketika pusat pemerintahan dari New York ke Washington, maka New York menjadi daerah ekonomi," ungkapnya.
Meski demikian, Alpin menuturkan bahwasanya hal tersebut masih berupa wacana. Pihaknya masih akan melakukan kajian lebih dalam lagi bersama sejumlah instansi pemerintahan lainnya, salah satunya yakni Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi.
"Kalau secara SDM kita nilai sudah cukup maju, kita melihat global semua pesat di Jakarta. Tapi ini masih butuh kajian dahulu. Waktu yang baru beberapa bulan kita lakukan maka kajiannya belum komperhensif, saat ini kami masih mengumpulkan pendapat riset dari akademisi pakar," tuturnya.
Baca Juga:
PUPR Sebut Istana Presiden dan Wapres di IKN Harus Dipisah, Ini Alasannya
Ide Pembangunan IKN Melalui Skema Crowd Funding, Ini Kata DPR
Jokowi Impikan Ibu Kota Baru Terbuka dan Ramah untuk Semua Orang(asf)