LANGIT7.ID-Jakarta; - Ketua DPRD DKI Jakarta, Ustaz Suhud Alynudin, menekankan pentingnya pembentukan kader muda yang seimbang antara keteguhan spiritual, kecerdasan intelektual, keterampilan fisik, serta kemandirian ekonomi. Pesan strategis tersebut disampaikannya dalam pidato nasihat kebangsaan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Pemuda Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta di Rumah Batavi, Jakarta Utara, Sabtu (25/7/2026).
Dalam kesempatannya, Ustaz Suhud mengambil keteladanan dari kisah Ashabul Kahfi sebagai pendorong semangat bagi generasi muda. "Pemuda ideal adalah mereka yang beriman teguh dan berani memperjuangkan prinsip hidup atas dasar pemahaman serta kesadaran yang mendalam," kata Ustaz Suhud.
Ustaz Suhud turut mengingatkan agar wadah organisasi kepemudaan tidak sekadar terjebak dalam rutinitas seremonial pergantian pengurus semata. Sebuah organisasi, kata dia, harus mampu memberikan dampak positif yang nyata dan konkret bagi masyarakat.
"Organisasi harus memiliki
output dan
outcome yang jelas. Jangan sampai hanya berganti kepengurusan, tetapi tidak menghasilkan perubahan yang berarti," tegas dia di hadapan para peserta Muswil.
Baca Juga: Legislator Dorong Kader Muda Perkuat Riset dan Berpikir KritisLebih jauh, Ustaz Suhud memaparkan bahwa keberhasilan pembinaan kader terletak pada empat pilar mendasar yang saling menopang. Pertama adalah aspek ruhiyah atau spiritualitas, yang berfokus pada pembentukan keimanan kokoh sebagai fondasi utama setiap individu.
"Kedua, aspek fikriyah atau intelektual, yakni pengasahan daya pikir kritis dan argumentatif agar para kader mampu menjawab berbagai tantangan serta isu-isu kontemporer," katanya.
Ketiga, aspek jasadiyah atau jasmani yang mencakup kesiapan fisik dan keahlian praktis guna mendukung seluruh aksi pengabdian di tengah masyarakat. Keempat adalah aspek iqtishadi atau ekonomi, yaitu pembangunan kemandirian finansial agar organisasi tetap independen dan tidak mudah diintervensi oleh pihak luar.
Selain empat pilar kaderisasi, Ustaz Suhud juga menyoroti pentingnya membudayakan literasi dan tradisi berpikir rasional, khususnya bagi generasi muda di era digital saat ini. Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran agama tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dengan meneladani rekam jejak perjuangan Rasulullah SAW.
Ia menuturkan bahwa potensi besar umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia baru bisa optimal jika ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. "Kami berharap kepengurusan baru yang lahir dari Muswil IX Pemuda Persis DKI Jakarta ini mampu membawa kepemimpinan yang visioner serta meletakkan fondasi yang kuat bagi keberlanjutan generasi penerus," jelasnya.
Baca Juga: Dr Idrus Tekankan Pentingnya Sinergi di Muswil Pemuda Persis DKI(zhd)