LANGIT7.ID-Jakarta; - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Hoerudin Amin, mengimbau kader Pemuda Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta untuk terus mengasah daya kritis, bersikap terbuka, serta mengedepankan pendekatan berbasis riset. Pesan ini disampaikan saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Musywil) IX PW Pemuda PERSIS DKI Jakarta di Rumah Batavi, Jakarta Utara, Sabtu (25/7/2026).
Dalam pidato kebangsaannya, Wakil Ketua MPR ini memberikan apresiasi atas rekam jejak kaderisasi Persis yang terbukti melahirkan banyak tokoh nasional. "Pengalaman berorganisasi mestinya menjadi fondasi utama untuk memupuk kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan memperbesar kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa," ujar Kang Hoer sapaan akrabnya.
Ia menilai Pemuda Persis memiliki peran strategis sebagai wadah pemuda dari berbagai latar belakang. Oleh sebab itu, pola kaderisasi harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai dasar perjuangan organisasi.
Selain itu, Kang Hoer menekankan pentingnya keterbukaan pikir yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kader muda tidak cukup hanya mendalami ilmu keislaman, tetapi juga wajib menguasai teknologi, sains modern, dan metodologi penelitian ilmiah.
Baca Juga: Rekam Jejak Prestasi Antar Siswa MA Qudsiyyah Kudus Jadi Delegasi Indonesia di Arabic Reading Challenge Dubai"Kader Persis perlu menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan modern agar mampu menjawab tantangan zaman," tegas Hoerudin.
Pola pikir yang komprehensif ini dinilai penting agar generasi muda mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara logis, objektif, dan relevan dengan dinamika era digital.
Selain memperkuat kapasitas individu, legislator ini turut menyoroti fungsi strategis perguruan tinggi yang berafiliasi dengan Persis. Kampus diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat riset, inovasi, dan tempat lahirnya gagasan solutif untuk mengurai permasalahan bangsa.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat sinergi dan mengasah kemampuan berpikir kritis demi menghadapi perubahan global yang sangat cepat. "Kombinasi antara integritas, kapasitas intelektual, dan pengabdian dinilai menjadi kunci utama keberhasilan generasi muda di masa depan," jelasnya.
Baca Juga: MUI Dukung Wamenag Sisipkan Pendidikan Bahaya LGBT Sejak Kelas 4 SD(zhd)