LANGIT7.ID–Jakarta; Pertumbuhan ekonomi Jakarta terus menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali, mengungkapkan bahwa ekonomi DKI tumbuh 5,18% (yoy) pada triwulan II 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,12% (yoy).
Pertumbuhan tersebut, kata Ricky, didukung peningkatan investasi sebesar 5,50% (yoy), seiring percepatan pembangunan proyek strategis pemerintah dan swasta seperti MRT, LRT, kawasan perkantoran, hunian, Transit Oriented Development (TOD), serta proyek energi terbarukan.
“Proyek lain seperti kawasan hunian, perkantoran, Transit Oriented Development (TOD), serta proyek energi terbarukan juga menarik minat investor dan mempercepat pertumbuhan investasi Jakarta,” ungkap Ricky dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Baca juga: Gubernur Pramono Targetkan Jakarta Masuk 20 Besar Kota Dunia pada 2045Bank Indonesia, lanjut Ricky, kini memperkuat peran ekonomi digital sebagai katalis investasi. Melalui implementasi QR Indonesia Standard (QRIS), transaksi digital meningkat signifikan di sektor ritel, transportasi, pariwisata, dan layanan publik.
“Lebih dari itu, QRIS kini telah melampaui batas domestik melalui inisiatif QRIS Cross-Border yang memungkinkan transaksi digital lintas negara dengan mitra seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Inovasi ini tidak hanya mempermudah pengeluaran wisatawan mancanegara, tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan perdagangan Indonesia, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan dan investasi di Jakarta,” papar Ricky.
Baca juga: Jakarta Jadi Motor Ekonomi Nasional, Menteri Rosan Dorong Investasi Hijau dan Lapangan Kerja BerkualitasMenurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov DKI, sektor swasta, dan mitra internasional menjadi kunci untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Semoga Jakarta Investment Festival (JIF) 2025 menjadi platform strategis bagi Jakarta untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempromosikan potensi ekonominya yang luas, sehingga meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkelanjutan, dan inklusif bagi Jakarta dan Indonesia,” imbuh Ricky.
Dengan perluasan ekosistem digital dan kemudahan transaksi lintas negara, BI berharap Jakarta dapat memperkuat posisi sebagai pusat ekonomi modern dan tujuan investasi digital di kawasan Asia Tenggara.
(lam)