Bantuan Anak Yatim Direncanakan Kemensos Berjalan Mulai 2022
Muhajirin
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 22:36 WIB
Komunitas Pecinta Ana Yatim membagikan paket bantuan kepada anak-anak yatim. Foto: Facebook @pecintaanakyatim
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mengonsep program untuk membantuk anak-anak yatim. Bantuan untuk anak yang ditinggal wafat ayahnya bakal disalurkan mulai 2022.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, untuk menerapkan bantuan untuk para anak yatim tidaklah mudah sehingga harus melibatkan berbagai pihak. Adapun untuk jenis program, model, serta anggaran, kata dia, saat ini sedang dibahas dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga:Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara
"Tidak mudah dalam implementasinya, harus ada landasan hukum dan anggaran dalam praktik di lapangan," kata Risma dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8/2021).
Dia menjelaskan, anak yatim mulai balita hingga SMA nantinya mendapatkan bantuan dengan nominal yang berbeda. Setelah ada keputusan nantinya mekanisme dan besaran bantuan segera diumumkan.
Berdasarkan data sementara, Risma mencatat setidaknya terdapat 4 juta anak yatim di Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan dari korban pandemi Covid-19.
"Jumlah riil dari anak yatim sudah kita mintakan kepada pemda, termasuk juga dari balai-balai, yayasan, pondok pesantren dan lain sebagainya," ujarnya.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, untuk menerapkan bantuan untuk para anak yatim tidaklah mudah sehingga harus melibatkan berbagai pihak. Adapun untuk jenis program, model, serta anggaran, kata dia, saat ini sedang dibahas dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga:Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara
"Tidak mudah dalam implementasinya, harus ada landasan hukum dan anggaran dalam praktik di lapangan," kata Risma dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8/2021).
Dia menjelaskan, anak yatim mulai balita hingga SMA nantinya mendapatkan bantuan dengan nominal yang berbeda. Setelah ada keputusan nantinya mekanisme dan besaran bantuan segera diumumkan.
Berdasarkan data sementara, Risma mencatat setidaknya terdapat 4 juta anak yatim di Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan dari korban pandemi Covid-19.
"Jumlah riil dari anak yatim sudah kita mintakan kepada pemda, termasuk juga dari balai-balai, yayasan, pondok pesantren dan lain sebagainya," ujarnya.