LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah melalui
Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mengonsep program untuk membantuk anak-anak yatim. Bantuan untuk anak yang ditinggal wafat ayahnya bakal disalurkan mulai 2022.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, untuk menerapkan bantuan untuk para anak yatim tidaklah mudah sehingga harus melibatkan berbagai pihak. Adapun untuk jenis program, model, serta anggaran, kata dia, saat ini sedang dibahas dengan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga: Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara Dituntut 11 Tahun Penjara"Tidak mudah dalam implementasinya, harus ada landasan hukum dan anggaran dalam praktik di lapangan," kata Risma dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/8/2021).
Dia menjelaskan,
anak yatim mulai balita hingga SMA nantinya mendapatkan bantuan dengan nominal yang berbeda. Setelah ada keputusan nantinya mekanisme dan besaran bantuan segera diumumkan.
Berdasarkan data sementara, Risma mencatat setidaknya terdapat 4 juta anak yatim di Indonesia. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan dari korban pandemi
Covid-19.
"Jumlah riil dari anak yatim sudah kita mintakan kepada pemda, termasuk juga dari balai-balai, yayasan, pondok pesantren dan lain sebagainya," ujarnya.
Baca Juga: PWNU Jatim Bantu Anak Yatim Korban Covid-19Setidaknya belasan ribuan anak di Indonesia diperkirakan menjadi yatim piatu akibat orang tua mereka meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19. Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos
Kanya Eka Santi mengatakan, masih mendata jumlah pasti anak-anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 untuk penanganan lebih lanjut.
Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia melampaui 100.000 kasus. Kanya mengatakan, ada sekitar 17 persen yang berusia 25 hingga 40 tahun dan diperkirakan memiliki anak.
"Dari data itu saja sudah belasan ribu anak yang diperkirakan kehilangan orang tuanya, itu pun estimasi kasar dan baru kalau satu keluarga dihitung hanya satu anak," kata Kanya dilansir dari Anadolu Agency, pekan lalu. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga: Waspada Kebocoran Data Pribadi, Jangan Sembarang Cetak Kartu Vaksin Nelayan dan KKP Selamatkan Hiu Paus di Perairan Cilacap(asf)