LANGIT7.ID, Jakarta - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meluncurkan Program Peduli Yatim korban Covid-19 guna membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi.
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Muhammad Koderi mengatakan pandemi Covid-19 membuat banyak anak-anak kehilangan orang tua. Meski hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah, namun PWNU Jatim merasa terpanggil untuk membantu.
"Memang anak-anak yatim itu memang menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi PWNU Jatim juga terpanggil membantu karena ini masalah kemanusiaan yang perlu ditangani dengan semangat kebersamaan," ujar Muhammad Koderi di Surabaya, Rabu (11/8/2021).
Program yang digagas pada awal bulan Muharam 1443 Hijriah ini berupa bantuan biaya pendidikan, biaya pondok atau santunan bagi anak yatim usia TK sampai SMA atau sederajat.
Baca juga:
11.405 Anak Ditinggal Orang Tua akibat Covid-19, UMSurabaya Siapkan BeasiswaProgram ini merupakan program kolaborasi seluruh perangkat organisasi, lembaga dan badan otonom, serta kerja sama dengan beberapa pondok pesantren, madrasah, sekolah dan panti asuhan yang siap menerima dan mengasuh anak-anak yatim tersebut.
Prosesnya, kata dia, dimulai dengan pendataan atau pendaftaran melalui formulir daring di "www.bit.ly/nupeduliyatim", kemudian dari data masuk, Tim Satgas Covid-19 PWNU Jatim akan melakukan verifikasi dan asessment kepada para calon penerima bantuan.
"Dari proses itu, baru diputuskan bantuan apa yang akan diberikan. Bisa berupa santunan uang tunai untuk biaya pendidikan, penempatan di pondok pesantren, sekolah, madrasah, atau panti asuhan. Yang pasti kami perlu berkoordinasi dan meminta izin kepada keluarganya," ucap dia.
Sementara itu, Sekretaris Satgas COVID-19 PWNU Jatim Ahmad Afif Amrullah menambahkan pengisian formulir bisa dilakukan oleh pengurus NU di semua tingkatan, keluarga, tetangga, atau masyarakat umum.
Beberapa data yang perlu diisi, lanjut dia, antara lain seputar identitas anak dan identitas orang tua.
"Pemohon juga wajib mengunggah surat kematian orang tua yang menyatakan wafat akibat COVID-19. Ini dokumen penting yang menjadi langkah awal bagi kami untuk verifikasi," katanya seperti dilansir antaranews.
(sof)