Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 02 Februari 2026
home masjid detail berita

PWNU Aceh Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat Ghaib Usai Rangkaian Bencana Besar di Sumatra

tim langit 7 Senin, 08 Desember 2025 - 09:42 WIB
PWNU Aceh Ajak Masyarakat Tegakkan Shalat Ghaib Usai Rangkaian Bencana Besar di Sumatra
LANGIT7.ID–Aceh; Rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam sepekan terakhir memunculkan respons keagamaan dan sosial yang kuat dari masyarakat. Di tengah kerusakan ribuan rumah, gelombang pengungsian, serta laporan ratusan korban jiwa, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh menekankan perlunya doa bersama sebagai bentuk solidaritas.

Seruan tersebut disampaikan Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang menilai bahwa keadaan ini menuntut masyarakat untuk menguatkan sisi spiritual sekaligus menjaga ketenangan sosial. Ia menginstruksikan pelaksanaan shalat ghaib di seluruh Aceh sebagai penghormatan bagi korban meninggal dunia.

“Kita mengajak seluruh jamaah, imam masjid, dan khatib Jumat untuk melaksanakan shalat ghaib bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban musibah ini. Doa kita adalah bentuk cinta dan kepedulian sesama,” ujar Tgk Faisal Ali dalam keterangannya, dikutip Senin (8/12/2025).

Shalat Ghaib sebagai Wujud Kebersamaan Umat

PWNU Aceh meminta agar shalat ghaib dilakukan setelah shalat lima waktu maupun setelah shalat Jumat, baik di meunasah maupun masjid. Ajakan ini dimaksudkan agar masyarakat tetap saling terhubung secara emosional meski berada dalam situasi darurat.

Selain itu, Tgk Faisal Ali menilai bahwa bencana ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, memperbanyak istighfar, dan kembali menata sikap hidup di tengah cobaan yang tidak ringan.

Penekanan Etika di Masa Krisis

Tgk Faisal Ali—yang akrab disapa Abu Sibreh—menyoroti pentingnya menjaga akhlak publik. Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari tindakan yang memperburuk keadaan, seperti menyebarkan kabar palsu, menimbulkan keresahan, atau mengambil keuntungan pribadi dari naik-turunnya harga kebutuhan pokok.

“Saya berharap masyarakat, terutama generasi muda, menjaga tutur kata dan sikap. Jangan ada yang menyebarkan hoaks atau mempermainkan harga kebutuhan pokok. Ini saatnya gotong royong, bukan mengambil kesempatan,” tegasnya.

PWNU Aceh juga menegaskan bahwa kerja kolaboratif antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak, termasuk daerah yang aksesnya terhambat.

Momentum Muhasabah dan Penguatan Iman

Dalam seruannya, Tgk Faisal Ali menekankan dimensi spiritual dari bencana yang terjadi. Ia mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai ruang muhasabah bersama.

“Musibah yang terjadi bisa menjadi teguran agar kita memperbaiki diri, lingkungan, dan hubungan kepada Allah. Karena itu, mari memperbanyak doa, sedekah, saling membantu, dan memohon keselamatan kepada Allah Swt,” lanjutnya.

PWNU Aceh memastikan pihaknya berada di lapangan melalui relawan Ansor-Banser, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah daerah untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, serta pelayanan kesehatan.

Harapan agar Musibah Segera Berakhir

Sejumlah titik bencana masih menghadapi keterbatasan akses, sehingga pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap. Shalat ghaib yang digelar di berbagai wilayah Aceh diharapkan menjadi doa bersama agar kondisi segera pulih.

“Semoga Allah memberi ampunan kepada para korban, kesabaran kepada keluarganya, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Aceh,” pintanya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 02 Februari 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
12:10
Ashar
15:29
Maghrib
18:20
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan