Masjid Agung Ibnu Batutah, Simbol Keberagaman di Bali
Andi Muhammad
Senin, 26 September 2022 - 17:15 WIB
Masjid Agung Ibnu Batutah di Bali. Foto: IG Masjid Ibnu Batutah.
Bali kental akan budaya Hindu, sebab mayoritas penduduk di sana memeluk agama Hindu. Namun keberadaan Masjid Agung Ibnu Batutah merupakan simbol dari keberagamaan di Pulau Dewata.
Sebab, Masjid Agung Ibnu Batutah letaknya berdampingan dengan tiga tempat peribadatan agama lainnya, yakni Budha, Hindu, dan Kristen. Masjid ini berlokasi di Nusa Dua, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Masjid Agung Ibnu Batutah merupakan salah satu dari sedikitnya masjid yang terdapat di Pulau Bali. Oleh karena itu, tidak heran jika masjid ini selalu ramai dipadati jamaah yang berdatangan untuk menunaikan ibadah salat.
Baca Juga:Ridwan Kamil: Masjid di Jawa Barat Jadi Tempat Berantas Rentenir
Bahkan masjid ini sempat menjadi lokasi salat Raja Arab Saudi yakni Raja Salman beserta rombongannya pada 2017 lalu, ketika melakukan kunjungan ke Indonesia.
Selain sebagai sarana ibadah, Masjid berlantai tiga ini juga digunakan sebagai pusat kegiatan sosial umat muslim. Tempat salat terletak pada lantai paling atas dan bagian bawah digunakan untuk kegiatan sosial kaum mukmin, seperti untuk pertemuan dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA)
Masjid yang diresmikan pada tahun 2003 ini mempunyai atap limas yang khas dan cukup megah sehingga dengan mudah dapat disaksikan dari berbagai arah penjuru. Tempat ibadah ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup diminati di Bali.
Sebab, Masjid Agung Ibnu Batutah letaknya berdampingan dengan tiga tempat peribadatan agama lainnya, yakni Budha, Hindu, dan Kristen. Masjid ini berlokasi di Nusa Dua, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Masjid Agung Ibnu Batutah merupakan salah satu dari sedikitnya masjid yang terdapat di Pulau Bali. Oleh karena itu, tidak heran jika masjid ini selalu ramai dipadati jamaah yang berdatangan untuk menunaikan ibadah salat.
Baca Juga:Ridwan Kamil: Masjid di Jawa Barat Jadi Tempat Berantas Rentenir
Bahkan masjid ini sempat menjadi lokasi salat Raja Arab Saudi yakni Raja Salman beserta rombongannya pada 2017 lalu, ketika melakukan kunjungan ke Indonesia.
Selain sebagai sarana ibadah, Masjid berlantai tiga ini juga digunakan sebagai pusat kegiatan sosial umat muslim. Tempat salat terletak pada lantai paling atas dan bagian bawah digunakan untuk kegiatan sosial kaum mukmin, seperti untuk pertemuan dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA)
Masjid yang diresmikan pada tahun 2003 ini mempunyai atap limas yang khas dan cukup megah sehingga dengan mudah dapat disaksikan dari berbagai arah penjuru. Tempat ibadah ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup diminati di Bali.