LANGIT7.ID, Bandung - Gubernur Jawa Barat,
Ridwan Kamil, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dia menggagas program Masyarakat Ekonomi Rakyat Sejahtera (MESRA) untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha.
Jawa Barat menempati urutan pertama penduduk muslim terbanyak di Indonesia. Tak heran, kata dia, jika masjid di Jawa Barat mencapai 200.000 masjid. Pemerintah provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan masjid-masjid di Jawa Barat untuk memberantas rentenir yang sering menggerus ekonomi umat.
“Kami punya program memberantas rentenir, dengan syarat datang beribadah ke masjid, pinjaman tanpa syarat dan tanpa agunan, dengan syarat mau datang ke masjid, lewat Masyarakat Ekonomi Rakyat Sejahtera (MESRA),” kata
Ridwan Kamil pada Muktamar ke-16 Persatuan Islam (Persis) di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022).
Baca Juga: Kisah Pedagang Bakso di Ponorogo Bebas dari Jerat Bank Thithil
Dia mengatakan, masjid di Jawa Barat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual saja, seperti shalat lima waktu. Namun, masjid juga berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat.
“Mohon banyaknya masjid disetarakan dengan kemakmurannya. Masjid di Jawa Barat bukan hanya tempat shalat, tetapi juga tempat membangkitkan ekonomi,” ucapnya.
Selain itu, Ridwan kamil juga memamerkan sejumlah pencapain Jawa Barat Di antara pencapain itu adalah pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang lebih tinggi dari ekonomi nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, ekonomi Jawa Barat triwulan II-2022 terhadap triwulan II-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,68 persen (y-on-y).
Baca Juga: Hindari Rentenir, Manfaatkan Koperasi Syariah Masjid
“Allah sedang memberikan banyak nikmat ke Tanah Jawa Barat. Ekonominya lebih tinggi daripada ekonomi nasional. Alhamdulillah. Inflasi juga terjaga, ya 4,7% kalau tidak salah, artinya harga tidak naik-naik amat di Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil.
Di sektor investasi, Jawa Barat menempati berada paling atas. Menurut Ridwan Kamil, ada dua penyebab investasi Jawa Barat menjadi paling tinggi yakni didukung infrastruktur yang paling banyak dan SDM yang paling produktif.
“Respon investasinya juga tinggi, ekspor juga tertinggi, dan kami ini jumlah muslim terbesar di Indonesia,” kata Ridwan Kamil.
(jqf)