Komunitas Salihara Gelar Program Membaca Sejarah Berdirinya Indonesia
Hasanah syakim
Rabu, 28 September 2022 - 19:51 WIB
Pengibaram bendera di Istana Merdeka (Foto: Dokumentasi BPMI)
Gagasan dan pemikiran para tokoh bangsa Indonesia terkumpul dalam risalah dan notulensi sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaa Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Beberapa tokoh tersebut di antaranya Soekarno, Muhammad Yamin, Soepomo, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Radjiman dan tokoh lainnya yang memiliki peran penting. Ibarat Kitab Suci Republik Indonesia berisi naskah penting bagi sejarah berdirinya bangsa Indonesia.
Untuk mengetahui seluk beluk pendirian negara Indonesia, Komunitas Salihara akan mengadakan program Membaca Kitab yang "Hilang": Risalah BPUPKI untuk mengajak masyarakat aktif membaca risalah, dan notulensi dari naskah BPUPKI yang terbagi pada 25 sesi.
Baca juga: Rahasia di Balik Lukisan Indah SBY, Bak Profesional meski Baru Mulai Melukis
Tak hanya itu, dalam program ini para peserta dapat memilih tokoh-tokoh bangsa yang ingin mereka perankan, mulai dari Soekarno, Muhammad yamin, Soeroso, Oto Iskandarnata, dan lainnya.
Kurator Sastra Komunitas Salihara, Ayu Utami menjelaskan kegiatan membaca BPUPKI penting dilakukan karena dengan risalah dan notulensi tersebut, para peserta bisa melihat berbagai perdebatan pata pendiri bangsa.
Menurut dia, hal tersebut mengenai bentuk, dasar, wilayah, dan ideologi negara serta kedudukan warga negara Indonesia sebelum akhirnya lahirlah Indonesia yang saat ini dikenal.
Beberapa tokoh tersebut di antaranya Soekarno, Muhammad Yamin, Soepomo, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Radjiman dan tokoh lainnya yang memiliki peran penting. Ibarat Kitab Suci Republik Indonesia berisi naskah penting bagi sejarah berdirinya bangsa Indonesia.
Untuk mengetahui seluk beluk pendirian negara Indonesia, Komunitas Salihara akan mengadakan program Membaca Kitab yang "Hilang": Risalah BPUPKI untuk mengajak masyarakat aktif membaca risalah, dan notulensi dari naskah BPUPKI yang terbagi pada 25 sesi.
Baca juga: Rahasia di Balik Lukisan Indah SBY, Bak Profesional meski Baru Mulai Melukis
Tak hanya itu, dalam program ini para peserta dapat memilih tokoh-tokoh bangsa yang ingin mereka perankan, mulai dari Soekarno, Muhammad yamin, Soeroso, Oto Iskandarnata, dan lainnya.
Kurator Sastra Komunitas Salihara, Ayu Utami menjelaskan kegiatan membaca BPUPKI penting dilakukan karena dengan risalah dan notulensi tersebut, para peserta bisa melihat berbagai perdebatan pata pendiri bangsa.
Menurut dia, hal tersebut mengenai bentuk, dasar, wilayah, dan ideologi negara serta kedudukan warga negara Indonesia sebelum akhirnya lahirlah Indonesia yang saat ini dikenal.