home global news

Dirjen Bimas Islam: Agama Harus Jadi Instrumen Perekat Bangsa

Kamis, 29 September 2022 - 20:00 WIB
Gedung Kemenag di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat. Foto: Istimewa.
Indonesia merupakan negara dengan ragam budaya atau multikultur. Keragaman ini kerap menjadi sebuah perbedaan yang bisa saja memecah persatuan.

Oleh karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam berupaya untuk meningkatkan kehidupan beragama Indonesia. Ini agar berfungsi sebagai instrumen perekat bangsa.

Dirjen Bimas Islam, Prof Kamarudin Amin mengatakan, agama tidak hanya sebagai urusan pribadi antara hati seseorang dengan Tuhan, tetapi juga harus berkontribusi dalam membangun negara.

Baca Juga:Hari Santri 2022 jadi Momentum Mengembalikan Peran Pondok Pesantren

“Agama harus dijadikan sebagai instrumen sosial perekat bangsa dengan meningkatkan kehidupan umat. Maka dari itu, Bimas Islam membentuk berbagai program untuk menjadikan peran agama sebagai kontribusi pembangunan negara,” ujar Prof Kamarudin dalam keterangannya di kantor Kemenag RI, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Guru Besar Ilmu Hadis ini mengatakan, Bimas Islam tengah melatih 50 ribu penyuluh untuk dapat memberikan bimbingan agama kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Mereka (penyuluh) menjadi entitas yang strategis untuk meningkatkan literasi umat. Jadi, kesolidan umat, keberagaman umat, literasi keberagaman umat ini dibimbing oleh penyuluh,” ucapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
yaqut cholil qoumas kemenag agama ditjen bimas islam moderasi beragama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya