Jokowi Ingatkan Belanja Pemerintah Fokus ke Produk Lokal
Hasanah syakim
Jum'at, 30 September 2022 - 23:08 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN), untuk berbelanja produk impor.
Jokowi minta anggaran belanja untuk tetap difokuskan untuk belanja produk lokal dalam negeri.
"Jangan sampai dalam posisi ekonomi yang tidak mudah ini, APBN, APBD yang uangnya dikumpulkan dari pajak, bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dividen BUMN, kumpul kemudian ditransfer ke daerah, tapi belinya barang-barang impor," kata Jokowi dalam keterangnnya dikutip (30/9/2022).
Baca juga:Pesan Jokowi ke Menkeu Sri Mulyani: Hati-hati Mengeluarkan APBN
Jokowi juga meminta kepada seluuh jajarannya untuk terus meningkatkan penggunaan anggaran belanja negara, untuk membeli produk-produk dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Ada produk UMKM, ada produk koperasi, kenapa tidak ke sana?,” ujar Jokowi.
Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi meminta agar produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi terus didorong agar masuk ke dalam e-katalog.
Jokowi minta anggaran belanja untuk tetap difokuskan untuk belanja produk lokal dalam negeri.
"Jangan sampai dalam posisi ekonomi yang tidak mudah ini, APBN, APBD yang uangnya dikumpulkan dari pajak, bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dividen BUMN, kumpul kemudian ditransfer ke daerah, tapi belinya barang-barang impor," kata Jokowi dalam keterangnnya dikutip (30/9/2022).
Baca juga:Pesan Jokowi ke Menkeu Sri Mulyani: Hati-hati Mengeluarkan APBN
Jokowi juga meminta kepada seluuh jajarannya untuk terus meningkatkan penggunaan anggaran belanja negara, untuk membeli produk-produk dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Ada produk UMKM, ada produk koperasi, kenapa tidak ke sana?,” ujar Jokowi.
Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi meminta agar produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi terus didorong agar masuk ke dalam e-katalog.