LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN), untuk berbelanja produk impor.
Jokowi minta anggaran belanja untuk tetap difokuskan untuk belanja produk lokal dalam negeri.
"Jangan sampai dalam posisi ekonomi yang tidak mudah ini, APBN, APBD yang uangnya dikumpulkan dari pajak, bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dividen BUMN, kumpul kemudian ditransfer ke daerah, tapi belinya barang-barang impor," kata Jokowi dalam keterangnnya dikutip (30/9/2022).
Baca juga: Pesan Jokowi ke Menkeu Sri Mulyani: Hati-hati Mengeluarkan APBNJokowi juga meminta kepada seluuh jajarannya untuk terus meningkatkan penggunaan anggaran belanja negara, untuk membeli produk-produk dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Ada produk UMKM, ada produk koperasi, kenapa tidak ke sana?,” ujar Jokowi.
Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi meminta agar produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi terus didorong agar masuk ke dalam e-katalog.
Sebelumnya, Jokowi telah memberikan target agar sebanyak satu juta produk UMKM dan koperasi bisa masuk ke dalam e-katalog hingga akhir tahun 2022, dia menyebut, saat ini target tersebut sudah terlampaui.
“Saya senang, alhamdulillah dari target yang saya berikan satu juta (produk) untuk akhir tahun, produk-produk UMKM dan koperasi yang telah masuk ke e-katalog sudah mencapai di atas satu juta (produk), yang sebelumnya baru 50 ribu (produk), melompat cepat sekali,” ungkapnya.
Baca Juga: KADIN: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh tapi Harus Waspada 3 Sumber KrisisKendati demikian, Jokowi tetap meminta seluruh jajarannya untuk terus membina UMKM dan koperasi yang ada di masing-masing daerah, agar nantinya mereka siap mendaftarkan produknya masuk ke dalam e-katalog.
“Saya minta kepada seluruh kepala daerah agar terus membina UMKM, koperasi yang ada di daerah masing-masing agar berbondong-bondong untuk masuk ke e-katalog,” tegasnya.
(sof)