Jokowi Minta TGIPF Ungkap Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 04 Oktober 2022 - 19:35 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) langsung bekerja untuk mengungkap secara tuntas tragedi di Kanjuruhan. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai melapor kepada Presiden di Istana Merdeka, Jakarta.
TGIPF yang dipimpin oleh Mahfud MD itu mendapat waktu kurang dari sebulan untuk menjalankan tugasnya. "Tim pencari fakta diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Masalah besarnya sudah diketahui, tinggal masalah detailnya itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai satu bulan," kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).
Baca Juga:Mahfud MD: Presiden Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Mahfud mengatakan tim yang dipimpinnya akan berupaya memenuhi target yang diberikan Presiden. Tim akan segera terjun ke lapangan untuk menginvestigasi dan mengungkapkan berbagai hal, mulai dari siapa yang memberi komando hingga pertanyaan mengenai jadwal pertandingan yang tetap dilakukan di malam hari.
"Presiden minta jangan sampai sebulan, ya nanti kita olah. Kan kita harus menemui, melihat lapangan, menemui siapa yang menyaksikan, siapa yang memberi komando, jaringannya dengan siapa kok bisa jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap berubah malam. Itu kan ada jaringan-jaringan, jaringan bisnis, periklanan, dan sebagainya. Nanti kita lihat," ujar Mahfud.
Sebagai dasar TGIPF bekerja, lanjut Mahfud, Presiden Jokowi akan mengeluarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) hari ini. Keppres tersebut akan menjadi naungan bagi tim dari berbagai institusi yang bekerja menginvestigasi kejadian di Stadion Kanjuruhan.
Baca Juga:Ini 5 Kesepakatan Rakor Kemenkopolhukam Tangani Tragedi Kanjuruhan
TGIPF yang dipimpin oleh Mahfud MD itu mendapat waktu kurang dari sebulan untuk menjalankan tugasnya. "Tim pencari fakta diminta segera bekerja, kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Masalah besarnya sudah diketahui, tinggal masalah detailnya itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai satu bulan," kata Mahfud kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).
Baca Juga:Mahfud MD: Presiden Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Mahfud mengatakan tim yang dipimpinnya akan berupaya memenuhi target yang diberikan Presiden. Tim akan segera terjun ke lapangan untuk menginvestigasi dan mengungkapkan berbagai hal, mulai dari siapa yang memberi komando hingga pertanyaan mengenai jadwal pertandingan yang tetap dilakukan di malam hari.
"Presiden minta jangan sampai sebulan, ya nanti kita olah. Kan kita harus menemui, melihat lapangan, menemui siapa yang menyaksikan, siapa yang memberi komando, jaringannya dengan siapa kok bisa jadwal pertandingan yang diusulkan sore kok tetap berubah malam. Itu kan ada jaringan-jaringan, jaringan bisnis, periklanan, dan sebagainya. Nanti kita lihat," ujar Mahfud.
Sebagai dasar TGIPF bekerja, lanjut Mahfud, Presiden Jokowi akan mengeluarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) hari ini. Keppres tersebut akan menjadi naungan bagi tim dari berbagai institusi yang bekerja menginvestigasi kejadian di Stadion Kanjuruhan.
Baca Juga:Ini 5 Kesepakatan Rakor Kemenkopolhukam Tangani Tragedi Kanjuruhan