Ikuti Prioritas Untuk Pilih Pasangan Ta'aruf Terbaik
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 06 Oktober 2022 - 13:15 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Ajakan Ta'aruf bisa menjadi kabar baik karena ada orang yang memiliki itikad baik ingin menikah dengan Anda.
Namun, bagaimana jika ajakan untuk ta'aruf datang lebih dari satu?
Menurut pengarang sekaligus founder @teladan.rasul, Ustaz Arif Rahman Lubis ketika seorang muslimah banyak didatangi orang yang ingin melamar, terlebih yang melamar itu memiliki perilaku baik, maka itu adalah sebuah hal yang baik.
Baca juga:Jangan Salah Pilih, Begini Cara Tahu Sifat Buruk dan Baik Pasangan Ta'aruf
Meski demikian, Anda harus memilih salah satunya. Untuk menentukan pilihan tersebut, sebaiknya menerima pria sesuai prioritas yang sudah Anda tetapkan.
"Ketika kita memutuskan untuk mencari calon pasangan atau menerima tentu ada prioritas. Prioritas pertama adalah agama dan akhlaknya," ujar Uztaz Arif dalam diskusi Serba-Serbi Ta'aruf, Rabu (5/10/2022).
"Jadi ada prioritas, misal kita bekerja prioritasnya sebelum tentang gaji, bagi seorang muslim harus halal dulu. Baru gajinya dan setelahnya jam kerja dan lainnya, sehingga kalau banyak tempat kerja yang menerima seseorang itu sebenarnya harus senang selama dia punya prioritas. Tapi jika dia tidak punya prioritas, dia akan bingung," lanjut dia.
Namun, bagaimana jika ajakan untuk ta'aruf datang lebih dari satu?
Menurut pengarang sekaligus founder @teladan.rasul, Ustaz Arif Rahman Lubis ketika seorang muslimah banyak didatangi orang yang ingin melamar, terlebih yang melamar itu memiliki perilaku baik, maka itu adalah sebuah hal yang baik.
Baca juga:Jangan Salah Pilih, Begini Cara Tahu Sifat Buruk dan Baik Pasangan Ta'aruf
Meski demikian, Anda harus memilih salah satunya. Untuk menentukan pilihan tersebut, sebaiknya menerima pria sesuai prioritas yang sudah Anda tetapkan.
"Ketika kita memutuskan untuk mencari calon pasangan atau menerima tentu ada prioritas. Prioritas pertama adalah agama dan akhlaknya," ujar Uztaz Arif dalam diskusi Serba-Serbi Ta'aruf, Rabu (5/10/2022).
"Jadi ada prioritas, misal kita bekerja prioritasnya sebelum tentang gaji, bagi seorang muslim harus halal dulu. Baru gajinya dan setelahnya jam kerja dan lainnya, sehingga kalau banyak tempat kerja yang menerima seseorang itu sebenarnya harus senang selama dia punya prioritas. Tapi jika dia tidak punya prioritas, dia akan bingung," lanjut dia.