7 Jurus Jitu Pemerintah Melawan Lonjakan Kasus Covid-19
Azhar azis
Selasa, 06 Juli 2021 - 02:31 WIB
Ilustras Covid-19. Foto: Langit7.id/ iStock
Puncak ataulonjakan kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi hingga pertengahan bulan ini. Harapannya, dengan penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021, laju penularan Covid-19 dapat dicegah.
Butuh kerja keras dan jurus jitu dari pemerintah untuk membalikkan prediksi tersebut.Menilik laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, lonjakan dratis kasus positif Covid-19 terjadi pada Kamis, 24 Juni 2021 sebanyak 20.574 kasus baru. Sejak terjadinya lonjakan, kenaikan kasus Covid-19 terus merangsek hingga mendekati angka 30.000 pada Senin, 5 Juli 2021.
Bisa dibayangkan, berapa banyak orang lagi yang akan terpapar jika tren ini terus naik hingga pertengan Juli 2021? Satgas Covid-19 melaporkan sebanyak 29.745 kasus baru Covid-19 pada Senin (5/7) dengan total 2.313.829 kasus. Dalam rentan waktu 12 hari terakhir, terjadi penambahan sebanyak 280.048 kasus dari total 2.053.995 orang pada 23 Juni 2021 lalu.
Fakta lain, lonjakan kasus Covid-19 pada Senin (5/7) menjadi rekor tertinggi selama pandemi pada Maret 2020 lalu. Satgas Covid-19 juga mencatat angka kematian tertinggi selama masa pandemi yaitu sebanyak 558 kasus sehingga jumlah pasien meninggal menjadi 61.140 orang.
“Sampai tanggal 13-14 Juli kemungkinan kasus masih akan tetap naik karena masa inkubasi virusnya,” kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dilansir Anadolu Agency, Senin (5/7).
Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi pemimpin PPKM Darurat di Jawa-Bali. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah ingin terjadi penurunan mobilitas masyarakat hingga 50 persen khususnya di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa. Dengan kebijakan PPKM Darurat, angka penularan Covid-19 bisa ditekan.
Berikut lima jurus pemerintah sebagai upaya menaklukkan penularan virus asal Wuhan, China, tersebut sejak sekarang hingga pertengahan Juli mendatang.
Butuh kerja keras dan jurus jitu dari pemerintah untuk membalikkan prediksi tersebut.Menilik laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, lonjakan dratis kasus positif Covid-19 terjadi pada Kamis, 24 Juni 2021 sebanyak 20.574 kasus baru. Sejak terjadinya lonjakan, kenaikan kasus Covid-19 terus merangsek hingga mendekati angka 30.000 pada Senin, 5 Juli 2021.
Bisa dibayangkan, berapa banyak orang lagi yang akan terpapar jika tren ini terus naik hingga pertengan Juli 2021? Satgas Covid-19 melaporkan sebanyak 29.745 kasus baru Covid-19 pada Senin (5/7) dengan total 2.313.829 kasus. Dalam rentan waktu 12 hari terakhir, terjadi penambahan sebanyak 280.048 kasus dari total 2.053.995 orang pada 23 Juni 2021 lalu.
Fakta lain, lonjakan kasus Covid-19 pada Senin (5/7) menjadi rekor tertinggi selama pandemi pada Maret 2020 lalu. Satgas Covid-19 juga mencatat angka kematian tertinggi selama masa pandemi yaitu sebanyak 558 kasus sehingga jumlah pasien meninggal menjadi 61.140 orang.
“Sampai tanggal 13-14 Juli kemungkinan kasus masih akan tetap naik karena masa inkubasi virusnya,” kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dilansir Anadolu Agency, Senin (5/7).
Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi pemimpin PPKM Darurat di Jawa-Bali. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah ingin terjadi penurunan mobilitas masyarakat hingga 50 persen khususnya di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa. Dengan kebijakan PPKM Darurat, angka penularan Covid-19 bisa ditekan.
Berikut lima jurus pemerintah sebagai upaya menaklukkan penularan virus asal Wuhan, China, tersebut sejak sekarang hingga pertengahan Juli mendatang.