Mengenal Kurikulum Sekolah Alam, Banyak Main Tapi Bukan Main-main
Muhajirin
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 17:20 WIB
Salah satu kegiatan belajar mengajar di Sekolah Alam Indonesia (SAI) (Dok SAI)
Banyak sekolah alam bermunculan di berbagai daerah di Indonesia. Dibanding sekolah pada umumnya, sekolah alam memiliki lebih banyak aktivitas di luar kelas. Bahkan terkesan lebih banyak aktivitas atau permainan yang menyenangkan ketimbang belajar dengan buku di dalam kelas.
Salah satu pelopor sekolah alam yaitu Sekolah Alam Indonesia (SAI) memang menjadikan bermain sebagai inti dari pembelajaran. Namun bermain tersebut bukanlah main-main. Tapi untuk melatih siswa dapat ‘membaca’ semesta dengan cara pandang yang utuh atau menyeluruh.
Khazanah semesta dibagi ke dalam tema-tema bahasan. Lalu, siswa belajar mengupas tema tersebut melalui cara pandang berbagai cabang keilmuan. Sistem pengajaran seperti itu akan membuat siswa didik peka, sekaligus terbuka dalam menyimak permasalahan dan mencari pemecahan yang total.
Baca Juga: Kisah Lendo Novo, Mengagas Sekolah Alam dari Balik Jeruji
Pada seluruh tingkat pendidikan, kurikulum dan penjenjangan proses pembelajaran bersifat luwes, disesuaikan dengan perkembangan kejiwaan dan keunikan dan bakat tiap siswa.
Founder Sekolah Alam Indonesia, Tri Puji Hindarsih, menceritakan, Sekolah Alam Indonesia berdiri berawal dari diskusi tentang konsep, ide, pembelajaran, dan pengajaran kepada siswa. Diskusi itu lalu terwujud dalam sebuah sistem pendidikan bernama Sekolah Alam Indonesia.
“Sekarang sekolah bukan milik satu lembaga, tapi banyak lembaga,” kata Tri Puji dalam webinar SaiEdu Academy, Jumat (7/10/2022).
Salah satu pelopor sekolah alam yaitu Sekolah Alam Indonesia (SAI) memang menjadikan bermain sebagai inti dari pembelajaran. Namun bermain tersebut bukanlah main-main. Tapi untuk melatih siswa dapat ‘membaca’ semesta dengan cara pandang yang utuh atau menyeluruh.
Khazanah semesta dibagi ke dalam tema-tema bahasan. Lalu, siswa belajar mengupas tema tersebut melalui cara pandang berbagai cabang keilmuan. Sistem pengajaran seperti itu akan membuat siswa didik peka, sekaligus terbuka dalam menyimak permasalahan dan mencari pemecahan yang total.
Baca Juga: Kisah Lendo Novo, Mengagas Sekolah Alam dari Balik Jeruji
Pada seluruh tingkat pendidikan, kurikulum dan penjenjangan proses pembelajaran bersifat luwes, disesuaikan dengan perkembangan kejiwaan dan keunikan dan bakat tiap siswa.
Founder Sekolah Alam Indonesia, Tri Puji Hindarsih, menceritakan, Sekolah Alam Indonesia berdiri berawal dari diskusi tentang konsep, ide, pembelajaran, dan pengajaran kepada siswa. Diskusi itu lalu terwujud dalam sebuah sistem pendidikan bernama Sekolah Alam Indonesia.
“Sekarang sekolah bukan milik satu lembaga, tapi banyak lembaga,” kata Tri Puji dalam webinar SaiEdu Academy, Jumat (7/10/2022).