Metode pembelajaran dengan deep learning atau pendekatan mendalam yang diterapkan pemerintah, dan diberlakukan oleh semua satuan pendidikan di Indonesia untuk semua jenjang, memiliki tiga prinsip salah satunya adalah menggembirakan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, dengan dikeluarkannya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tidak mengubah kurikulum yang berjalan, melainkan aturan penyesuaian terkait pelaksanaan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Hadirnya peraturan baru tentang kurikulum pendidikan merupakan langkah strategis untuk memastikan kebijakan pendidikan nasional tetap selaras dengan dinamika zaman, dan kebutuhan peserta didik Indonesia di masa depan.
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 telah terbit menggantikan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum. Meski begitu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bantah ada perubahan kurikulum.
Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengalami penyesuaian. Hal ini dirancang untuk proses pembelajaran yang efektif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Menanggapi hal tersebut, peneliti transformasi digital dari Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Iradat Wirid, mengatakan perlunya pembekalan anak dengan logika, etika, dan literasi digital terlebih dulu.
Peluncuran program sastra masuk kurikulum telah digelar. Harapannya adalah mampu mendukung pendidikan karakter para murid sekolah yang didasari dari pengalaman membaca karya sastra.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI meluncurkan skema kualifikasi ASEAN dan kurikulum ASEAN MRT-TP Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di lingkungan Kemenparekraf.
Banyak sekolah alam bermunculan di berbagai daerah di Indonesia. Dibanding sekolah pada umumnya, sekolah alam memiliki lebih banyak aktivitas di luar kelas. Bahkan terkesan lebih banyak aktivitas atau permainan yang menyenangkan ketimbang belajar dengan buku di dalam kelas.