LANGIT7.ID-, Jakarta - - Metode pembelajaran dengan
deep learning atau pendekatan mendalam yang diterapkan pemerintah, dan diberlakukan oleh semua satuan pendidikan di Indonesia untuk semua jenjang, memiliki tiga prinsip salah satunya adalah menggembirakan.
Pembelajaran Mendalam (PM) selalu dikaitkan dengan pemahaman dan aplikasi pengetahuan dalam berbagai konteks. Terkait dengan hal ini, PM menerapkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Masing-masing berkontribusi dalam memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan mendalam.
Yang menarik di sini yaitu tentang prinsip "Menggembirakan". Seperti apa prinsip ini akan berjalan dan bisa mencapai tujuan utama pendidikan Indonesia yakni
pendidikan bermutu untuk semua.
Ahli-ahli pendidikan seperti John Dewey (1936) dan Howard Gardner (1983) menekankan bahwa pembelajaran relevan dengan kehidupan nyata individu, dan mengutamakan pembelajaran yang aktif serta pengalaman langsung baik secara emosional maupun intelektual.
Baca juga: Deep Learning Bisa Digunakan di Lintas Mata Pelajaran dan Terintegrasi Kurikulum Saat IniMichael Fullan dalam berbagai tulisannya (2014 dan 2018) tentang PM menyatakan pentingnya menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan menggembirakan, sehingga peserta didik terlibat dalam proses
pembelajaran yang mendalam.
Melansir dari Salinan Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam yang dikeluarkan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bahwa pembelajaran yang menggembirakan fokus pada emosi yang positif yang berhubungan dengan proses pembelajaran termasuk rasa ingin tahu, semangat, dan motivasi.
Salah satunya, dengan memberikan tantangan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ide-ide kompleks. Ketika peserta didik mengalami belajar yang interaktif, aktif, serta terpusat pada peserta didik, mereka akan termotivasi untuk memahami secara mendalam materi pembelajaran, meningkatkan retensi dan pemahaman.
Dalam konteks Indonesia, PM didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran yang menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Selain "Menggembirakan", ada dua prinsip Pembelajaran Mendalam yang tak kalah penting yaitu "Berkesadaran" dan "Bermakna"
- Berkesadaran
Pembelajaran mendalam memberikan peluang keterlibatan peserta didik secara aktif, menstimulasi refleksi dalam pembelajaran, dan aplikasi pengetahuan yang lebih global. Hal ini selaras dengan prinsip berkesadaran dalam melibatkan peserta didik baik sebagai individu ataupun anggota masyarakat.
Pembelajaran yang berkesadaran merupakan pelibatan peserta didik secara menyeluruh dalam proses pembelajaran, meningkatkan kesadaran berpikir, perasaan, dan lingkungan sekitarnya. Disebutkan Bentz (1992), bahwa PM menstimulasi proses emosional, intelektual, mental, fisik, sosial dan personal peserta didik.
Baca juga: Mendikdasmen Tegaskan Permendikdasmen No.13 Tahun 2025 Tidak Mengubah Kurikulum- Bermakna
Pembelajaran bermakna akan lebih efektif jika informasi baru yang dipelajari dapat dikaitkan dengan pengetahuan atau pengalaman yang sebelumnya sudah dimiliki oleh siswa.
Pembelajaran bermakna terjadi ketika peserta didik dapat mengaitkan informasi baru dengan pengetahuannya yang akhirnya membentuk pemahaman yang mendalam pada sebuah konsep.
Pembelajaran Mendalam memiliki prinsip pembelajaran bermakna karena mengutamakan pemahaman materi secara menyeluruh, tidak sekedar menghafal. Ketika peserta didik terlibat dalam pembelajaran bermakna, peserta didik akan aktif untuk membuat keterkaitan, menganalisis, dan sintesis informasi yang merupakan prinsip PM.
Ketiga prinsip PM tersebut yaitu Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan dianggap mampu mendorong peserta didik untuk belajar secara sadar dan penuh perhatian. Serta menikmati proses pembelajaran dengan antusias dan semangat serta menemukan makna dan relevansi dari apa yang dipelajari terhadap kehidupan mereka.
Hal ini memungkinkan peserta didik untuk terlibat aktif, menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, dan membangun pemahaman yang berdampak jangka panjang.
(lsi)