Menko PMK Bakal Bangun Kembali MTsN 19 Jakarta Selatan
Hasanah syakim
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 19:18 WIB
Kondisi MTs N 19 yang terendam banjir (foto: dok BPBD DKI
Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy berupaya membangun kembali Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN 19) yang roboh imbas banjir.
Menurut Muhadjir, proses perbaikan bangunan MTsN 19 di bilangan Pondok Labu, Jakarta Selatan ini akan segera dilakukan. Sebab, sekolah ini terbilang favorit dan banyak diminati para siswa. Nantinya, pembangunan tidak akan mengganggu proses pembelajaran
"Kita usahakan tidak, karena madrasah itu secara pemerintahan itu adalah urusan pemerintahan absolut bukan konkuren," kata Muhadjir, Jum'at (7/10/2022).
Baca juga:BPBD DKI Ungkap Penyebab Robohnya Tembok MTsN 19 yang Menelan Korban Jiwa
Muhadjir menjelaskan, maksud dari pemerintahan absolut, yakni adanya kewenangan di bawah Kementerian Agama sehingga perlu dikoordinasikan kembali bersama direktorat jenderal terkait dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Muhadjir mengungkapkan, alasannya membenahi bangunan sekolah tersebut karena kawasan itu berbentuk cekung sehingga aliran air dari berbagai penjuru mudah masuk kawasan itu.
"Bangunan sekolah ini sudah cukup tua yang berdiri sejak 1997 sehingga menjadi waktu yang tepat untuk membenahinya. Ada tanah Pemerintah DKI yang di sebelah ini, mungkin bisa kita nego untuk digunakan agar lahan bisa diperluas," tuturnya.
Menurut Muhadjir, proses perbaikan bangunan MTsN 19 di bilangan Pondok Labu, Jakarta Selatan ini akan segera dilakukan. Sebab, sekolah ini terbilang favorit dan banyak diminati para siswa. Nantinya, pembangunan tidak akan mengganggu proses pembelajaran
"Kita usahakan tidak, karena madrasah itu secara pemerintahan itu adalah urusan pemerintahan absolut bukan konkuren," kata Muhadjir, Jum'at (7/10/2022).
Baca juga:BPBD DKI Ungkap Penyebab Robohnya Tembok MTsN 19 yang Menelan Korban Jiwa
Muhadjir menjelaskan, maksud dari pemerintahan absolut, yakni adanya kewenangan di bawah Kementerian Agama sehingga perlu dikoordinasikan kembali bersama direktorat jenderal terkait dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Muhadjir mengungkapkan, alasannya membenahi bangunan sekolah tersebut karena kawasan itu berbentuk cekung sehingga aliran air dari berbagai penjuru mudah masuk kawasan itu.
"Bangunan sekolah ini sudah cukup tua yang berdiri sejak 1997 sehingga menjadi waktu yang tepat untuk membenahinya. Ada tanah Pemerintah DKI yang di sebelah ini, mungkin bisa kita nego untuk digunakan agar lahan bisa diperluas," tuturnya.