4 Tuntutan Persis Usai Tragedi Kanjuruhan, Minta Pertandingan Malam Ditiadakan
Arif purniawan
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 23:32 WIB
Pemain Persis Solo Arkhan Kaka. (Foto : Persis Solo)
Persis Solo mengeluarkan empat pernyataan sikap, setelah tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Persis Solo meminta harus ada yang bertanggung jawab atas kericuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam.
Selain itu, Laskar Sambenyawa menuntut adanya reformasi sistemik sebagai upaya perubahan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari. Tragedi Kanjuruhan ini membuat semua pelaku sepak bola baik sangat berduka.
“PERSIS turut berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu. Kami juga memanjatkan doa untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan, agar diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati peristiwa duka ini,” tulis di laman Persis, Jumat (7/10/2022) malam.
Baca juga:Kalahkan Palestina 2-0, Satu Kaki Indonesia di Putaran Final
Berikut Tuntutan Persis Solo:
1. Adanya forum lintas klub, panpel, dan aparat berwenang yang diinisiasi oleh operator liga dan federasi, untuk membahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion.
2. Adanya pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden di Kanjuruhan, serta diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.
Selain itu, Laskar Sambenyawa menuntut adanya reformasi sistemik sebagai upaya perubahan agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari. Tragedi Kanjuruhan ini membuat semua pelaku sepak bola baik sangat berduka.
“PERSIS turut berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu. Kami juga memanjatkan doa untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan, agar diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati peristiwa duka ini,” tulis di laman Persis, Jumat (7/10/2022) malam.
Baca juga:Kalahkan Palestina 2-0, Satu Kaki Indonesia di Putaran Final
Berikut Tuntutan Persis Solo:
1. Adanya forum lintas klub, panpel, dan aparat berwenang yang diinisiasi oleh operator liga dan federasi, untuk membahas reformasi standar operasional keamanan di dalam dan di luar stadion.
2. Adanya pihak yang harus bertanggungjawab atas insiden di Kanjuruhan, serta diproses hukum secara transparan dan seadil-adilnya.