Ustadz Adi Hidayat: Indonesia Krisis Ber-Muhammadiyah
Muhajirin
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 15:04 WIB
Ustadz Adi Hidayat dalam Tabligh Akbar Pra-Muktamar Muhammadiyah di Surakarta, Sabtu (8/10/2022) (Dok Muhammadiyah)
Mubaligh Persyarikatan Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyampaikan kekhawatirannya akan kondisi bangsa. Da’i Pendiri Quantum Akhyar Institute itu menyebut bahwa Indonesia sedang mengalami krisis dalam ber-Muhammadiyah.
“Kehidupan di bangsa ini krisis ber-Muhammadiyah. Bukan dalam makna persyarikatan, tapi dalam hal etika dan moral. Maka Muktamar Muhammadiyah harus mengembalikan jati diri menginspirasi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri kita cintai ini,” kata UAH dalam Semarak Muktamar 48 Muhammadiyah di UMS, Solo, Sabtu (8/10/2022).
Menurut UAH, KH Ahmad Dahlan mengambil nama Muhammad punya visi tersendiri. Dia ingin gerakan dakwah Muhammadiyah tidak tersekat oleh iman seorang muslim. Tapi, orang yang berkecimpung di Muhammadiyah harus mengimplementasikan sifat-sifat Muhammad dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Baca Juga:Muhammadiyah Siap Gelar Muktamar ke-48 di Solo
Muhammadiyah berasal dari kata dasar Muhammad. Artinya, Muhammadiyah merupakan organisasi yang menisbatkan pada sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW memiliki dua nama yang disebut dalam Al-Qur’an yakni Ahmad dan Muhammad. Ahmad berarti implementasi hubungan manusia dengan Allah Ta’ala (hablun minallah), sedangkan Muhammad merupakan implementasi ibadah sosial (hablun minannas).
KH Ahmad Dahlan tidak menuliskan Ahmadiyah karena setiap muslim sudah pasti punya hubungan baik dengan Allah.
Baca Juga:Rahasia Besar di Balik Nama Ahmad dan Muhammad
“Kehidupan di bangsa ini krisis ber-Muhammadiyah. Bukan dalam makna persyarikatan, tapi dalam hal etika dan moral. Maka Muktamar Muhammadiyah harus mengembalikan jati diri menginspirasi kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri kita cintai ini,” kata UAH dalam Semarak Muktamar 48 Muhammadiyah di UMS, Solo, Sabtu (8/10/2022).
Menurut UAH, KH Ahmad Dahlan mengambil nama Muhammad punya visi tersendiri. Dia ingin gerakan dakwah Muhammadiyah tidak tersekat oleh iman seorang muslim. Tapi, orang yang berkecimpung di Muhammadiyah harus mengimplementasikan sifat-sifat Muhammad dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Baca Juga:Muhammadiyah Siap Gelar Muktamar ke-48 di Solo
Muhammadiyah berasal dari kata dasar Muhammad. Artinya, Muhammadiyah merupakan organisasi yang menisbatkan pada sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW memiliki dua nama yang disebut dalam Al-Qur’an yakni Ahmad dan Muhammad. Ahmad berarti implementasi hubungan manusia dengan Allah Ta’ala (hablun minallah), sedangkan Muhammad merupakan implementasi ibadah sosial (hablun minannas).
KH Ahmad Dahlan tidak menuliskan Ahmadiyah karena setiap muslim sudah pasti punya hubungan baik dengan Allah.
Baca Juga:Rahasia Besar di Balik Nama Ahmad dan Muhammad