Nabi Yusuf membuktikan bahwa menghadapi krisis bukan soal keberuntungan, melainkan akurasi data dan integritas. Sang bendahara negara yang futuristik ini meletakkan fondasi manajemen lumbung yang tak lekang zaman.
Melalui dialektika batin yang terukur, ibadah puasa dinilai mampu memenangkan otoritas nurani atas dominasi ego, sekaligus menjadi sistem keamanan internal untuk mewujudkan kedamaian spiritual yang paripurna.
Benjamin Netanyahu digiling banyak masalah imbas perang di Jalur Gaza. Israel kini dihadapkan pada situasi krisis anggaran 2024, internal diterpa pemberontakan koalisi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut krisis air semakin menjadi ancaman serius dan harus jadi perhatian seluruh negara.
Musibah gempa baru-baru ini memang berdampak dan menghancurkan Suriah. Namun, dunia lupa bahwa negara itu sudah mengalami krisis akibat perang saudara selama bertahun-tahun.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menanggapi kasus ratusan pelajar di Ponorogo, Jawa Timur mengajukan dispensasi untuk menikah ke Pengadilan Agama setempat karena masih di bawah umur. Mayoritas pengajuan karena tersandung masalah hamil di luar nikah.
Dunia memang tak sedang baik-baik saja. Ancaman resesi ekonomi di sejumlah negara, masih terhambatnya pasokan energi dunia, harga pangan dan pupuk yang terus melonjak, naiknya inflasi serta suku bunga tinggi.
Dunia saat ini masih dihantui krisis pangan akibat perang Rusia dan Ukraina. Hal itu belum ditambah kekhawatiran krisis pangan dapat memicu gerak inflasi, termasuk bagi Indonesia lantaran distribusi komoditas terhambat.
Umat Islam saat ini membutuhkan satu model pendekatan baru untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dalam situasi dan kondisi krisis seperti sekarang. Takzim atau mengagumi Rasulullah SAW, harus diikuti langkah meneladani lebih jauh apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah.
Mubaligh Persyarikatan Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyampaikan kekhawatirannya akan kondisi bangsa. Dai Pendiri Quantum Akhyar Institute itu menyebut bahwa Indonesia sedang mengalami krisis dalam ber-Muhammadiyah.
Perhelatan yang digelar selama dua hari itu menghasilkan suatu babak baru dalam mengatasi berbagai permasalahan global melalui penguatan multilateralisme.