Legislator Sindir PSSI Tak Merasa Bersalah Soal Tragedi Kanjuruhan
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 21:35 WIB
Ilustrasi kantor PSSI. (Foto: Istimewa)
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menyayangkan sikap PSSI yang dianggap merasa tidak bersalah dalam tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Huda menyebut federasi semestinya turut bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan sekitar 125 orang tersebut.
"Saya menangkap PSSI tidak merasa bersalah. Padahal panpel dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kan bagian dari tubuh mereka sendiri, yang mengatur dan merencanakan kan PSSI," ujar Huda dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2022).
Baca Juga:Presiden Jokowi: Indonesia Tidak Kena Sanksi FIFA
Politisi PKB itu mengungkapkan bukan hal yang relevan jika tragedi Kanjuruhan ini dikait-kaitkan dengan sanksi FIFA. Narasi tersebut seolah-olah mengaburkan fakta bahwa tragedi Kanjuruhan adalah tragedi kemanusiaan.
"Saya tidak setuju ada pihak-pihak yang mengaitkan tragedi (Kanjuruhan) ini dengan potensi sanksi FIFA. Itu tidak relevan. Itu namanya tidak ada solidaritas, tidak mengerti bahwa tragedi ini adalah tragedi kemanusiaan," ujar Huda.
Dalam hal ini, Huda meminta agar PSSI melakukan perbaikan tata kelola sepak bola di Indonesia. Menurutnya, tragedi Kanjuruhan menjadi cambuk bagi sepak bola Indonesia untuk berbenah.
"Harus ada perubahan sistemik bagi masa depan pengelolaan sepak bola kita. Ini tragedi terburuk abad ke-21 dalam konteks sepak bola. Kejadian ini harus menginspirasi perubahan total tata kelola sepak bola Indonesia," tutur Huda.
"Saya menangkap PSSI tidak merasa bersalah. Padahal panpel dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kan bagian dari tubuh mereka sendiri, yang mengatur dan merencanakan kan PSSI," ujar Huda dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2022).
Baca Juga:Presiden Jokowi: Indonesia Tidak Kena Sanksi FIFA
Politisi PKB itu mengungkapkan bukan hal yang relevan jika tragedi Kanjuruhan ini dikait-kaitkan dengan sanksi FIFA. Narasi tersebut seolah-olah mengaburkan fakta bahwa tragedi Kanjuruhan adalah tragedi kemanusiaan.
"Saya tidak setuju ada pihak-pihak yang mengaitkan tragedi (Kanjuruhan) ini dengan potensi sanksi FIFA. Itu tidak relevan. Itu namanya tidak ada solidaritas, tidak mengerti bahwa tragedi ini adalah tragedi kemanusiaan," ujar Huda.
Dalam hal ini, Huda meminta agar PSSI melakukan perbaikan tata kelola sepak bola di Indonesia. Menurutnya, tragedi Kanjuruhan menjadi cambuk bagi sepak bola Indonesia untuk berbenah.
"Harus ada perubahan sistemik bagi masa depan pengelolaan sepak bola kita. Ini tragedi terburuk abad ke-21 dalam konteks sepak bola. Kejadian ini harus menginspirasi perubahan total tata kelola sepak bola Indonesia," tutur Huda.