LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Komisi X DPR RI,
Syaiful Huda, menyayangkan sikap PSSI yang dianggap merasa tidak bersalah dalam tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Huda menyebut federasi semestinya turut bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan sekitar 125 orang tersebut.
"Saya menangkap PSSI tidak merasa bersalah. Padahal panpel dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kan bagian dari tubuh mereka sendiri, yang mengatur dan merencanakan kan PSSI," ujar Huda dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2022).
Baca Juga: Presiden Jokowi: Indonesia Tidak Kena Sanksi FIFAPolitisi PKB itu mengungkapkan bukan hal yang relevan jika tragedi Kanjuruhan ini dikait-kaitkan dengan sanksi FIFA. Narasi tersebut seolah-olah mengaburkan fakta bahwa
tragedi Kanjuruhan adalah tragedi kemanusiaan.
"Saya tidak setuju ada pihak-pihak yang mengaitkan tragedi (Kanjuruhan) ini dengan potensi sanksi FIFA. Itu tidak relevan. Itu namanya tidak ada solidaritas, tidak mengerti bahwa tragedi ini adalah tragedi kemanusiaan," ujar Huda.
Dalam hal ini, Huda meminta agar
PSSI melakukan perbaikan tata kelola sepak bola di Indonesia. Menurutnya, tragedi Kanjuruhan menjadi cambuk bagi sepak bola Indonesia untuk berbenah.
"Harus ada perubahan sistemik bagi masa depan pengelolaan sepak bola kita. Ini tragedi terburuk abad ke-21 dalam konteks sepak bola. Kejadian ini harus menginspirasi perubahan total tata kelola sepak bola Indonesia," tutur Huda.
Baca Juga: Dirut PT LIB jadi Tersangka, Begini Respons Iwan BuleSebelumnya, warganet mendesak Ketua Umum PSSI
Mochamad Iriawan untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Namun, Iriawan dengan santai menanggapi permintaan netizen. "Ya desakan semua orang bisa bicara apa saja," kata Iriawan di Malang, Selasa (4/9).
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengungkapkan bahwa tragedi Kanjuruhan menjadi tanggung jawab panitia pelaksana (panpel) sepenuhnya. PSSI berpegang
rule of the game di lapangan bola, mencari tahu pemicu tragedi di Stadion Kanjuruhan yang merenggut banyak korban jiwa.
"Kewenangan kami cari tahu kok bisa itu terjadi, oh ternyata panpelnya. Kalau pintunya dibuka 10 menit sebelum pertandingan selesai, tidak akan terjadi separah seperti itu dan lain sebagainya," ucap Iwan Bule.
Baca Juga:
Temuan Komnas HAM: Aremania ke Lapangan Bukan untuk Serang Pemain
Suporter Indonesia Desak Pemerintah Objektif Usut Tragedi Kanjuruhan
Ditetapkan Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut LIB Buka Suara(asf)