LANGIT7.ID, Jakarta - Sekitar 30 perwakilan suporter klub-klub sepak bola tanah air menemui Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan. Mereka mendesak pemerintah mengungkap akar masalah insiden yang menewaskan 133 orang itu dengan objektif.
Tokoh Bonek, pendukung Persebaya Surabaya Andi Peci berbicara mewakili para suporter menjelaskan, pertemuan dengan TGIPF merupakan upaya bersama agar persoalan Tragedi Kanjuruhan segera diselesaikan.
“Kami menyampaikan tuntutan pokok apa yang harus dilakukan TGIPF,” katanya, dikutip Jumat (7/10/2022) di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.
Andi menyatakan, para suporter tidak ingin investigasi Tragdei Kanjuruhan tak sekadar selesai. Pemerintah diminta mengusut dan mengungkap akar masalah secara terang benderang sekaligus bertanggung jawab atas kematian ratusan suporter.
Baca Juga: FIFA Dinilai Tak Akan Berikan Sanksi atas Tragedi Kanjuruhan“Kami menyampaikan keinginan suporter Indonesia tentang perubahan sejatinya sepak bola nasional agar tragedi tidak terulang kembali. Satu orang yang tidak bersalah kehilangan nyawa itu adalah kematian semua umat manusia apalagi ini ratusan,” kata Andi.
“Kami berharap negara dalam hal ini pemerintah yang diwakili TGIPF agar bekerja lebih serius, adil, dan objektif agar semuanya kembali normal,” imbuhnya.
Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali yang tergabung dalam TGIPF berharap pertemuan ini bisa membawa perubahan persepakbolaan nasional menjadi lebih baik. Dia berterima kasih atas masukan para pendukung.
“Ini dukungan moral yang besar sekali dari suporter yang hari ini menjadi korban 132 orang di Kanjuruhan. Kami harap ke depan suporter jadi pahlawan penyelamatan sepak bola Indonesia,” kata Akmal.
(zhd)