LANGIT7.ID, Jakarta - Federasi sepakbola FIFA dinilai tak akan memberikan sanksi atas
tragedi Kanjuruhan. Isu yang beredar saat ini hanya kekhawatiran beberapa orang saja.
Pengamat sekaligus komentator sepakbola, Gita Suwondo, meyakini
FIFA tidak akan mencampuri urusan domestik dalam kasus yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan.
"Saya tidak yakin akan adanya sanksi dari FIFA. Jadi saya pikir itu hanya ketakutan kita," kata Gita saat dikonfirmasi
Langit7, Jumat (7/10/2022).
Dia mengakui, sempat beredar isu adanya pembekuan Liga di Indonesia selama 8 tahun, hingga larangan timnas untuk bermain di kompetisi internasional.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, FIFA Kibarkan Bendera Setengah TiangTapi bila melihat kasus serupa sebelumnya, FIFA tidak pernah menjatuhkan sanksi atas kasus semacam ini. Menurutnya, tragedi Kanjuruhan merupakan persoalan manajeman crowded control.
Tragedi serupa pernah terjadi pada 1985 yang saat ini dikenal dengan tragedi Heysel. Namun saat itu FIFA tidak turut mengambil kebijakan, melainkan otoritas tertinggi seperti UEFA yang memberikan hukuman.
"Hukuman kepada klub Inggris untuk tidak bisa bermain selama lima tahun di kompetisi Eropa. Tapi liga Inggrisnya sendiri tidak diberikan sanksi dan tetap bisa menyelenggarakan pertandingan, walaupun memang juara Liga Inggris saat itu tidak bisa masuk ke kompetisi Eropa," katanya.
Baca Juga: Indonesia Masih Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20Dia juga menambahkan, tragedi Kanjuruhan bukanlah keributan antar pemain yang menimbulkan korban jiwa. Artinya, tragedi itu bisa dikatakan bukan disebabkan oleh kesalahan pemain.
"Selain itu, pertandingan liga diserahkan kepada otoritas tertinggi seperti LIB atau PSSI, sehingga otoritas inilah yang akan memberikan hukuman, termasuk kepolisian karena masuk dalam ranah hukum pidana," katanya.
(bal)