Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home sports detail berita
Piala Dunia 2026

Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni Terharu dan Lautaro Martinez Ungkap Mimpi Masa Kecil

nabil Kamis, 16 Juli 2026 - 08:46 WIB
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni Terharu dan Lautaro Martinez Ungkap Mimpi Masa Kecil
(Dok: FIFA)
LANGIT7.ID-Jakarta; Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah membalikkan keadaan dan menundukkan Inggris 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis. Kemenangan yang ditentukan lewat sundulan Lautaro Martinez pada menit ke-92 itu memicu luapan emosi dari pelatih Lionel Scaloni hingga para pemain Albiceleste.

Scaloni bahkan sempat terdiam beberapa saat seusai peluit panjang dibunyikan. Pelatih Argentina itu mengaku sulit mengungkapkan perasaannya setelah timnya kembali menembus partai puncak Piala Dunia.

"Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata. Ini kebahagiaan luar biasa untuk negara kami, untuk rakyat kami. Beberapa hari lalu saya mengatakan bahwa skuad ini tidak pernah berhenti membuat saya kagum. Setelah pertandingan seperti ini, akan sangat sulit membuat orang memahami apa yang sebenarnya mampu dilakukan para pemain ini," ujar Scaloni.

Tak hanya memuji perjuangan para pemainnya, Scaloni juga menyoroti ikatan kuat antara tim nasional Argentina dengan para pendukung mereka, baik yang memenuhi stadion maupun yang memberikan dukungan dari tanah air.

"Ini luar biasa. Kami istimewa, sungguh. Bukan karena kesombongan, tetapi benar-benar datang dari hati. Kami istimewa. Para suporter membantu kami memenangkan pertandingan hari ini dan saya sangat berterima kasih kepada mereka," katanya.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Scaloni kemudian mengulas jalannya laga dan menjelaskan mengapa timnya mampu bangkit setelah tertinggal lebih dulu.

"Sejujurnya, tim ini selalu bermain lebih baik ketika berada di bawah tekanan. Saat kami ditekan dan lawan mulai sedikit ragu, di situlah kami mencium peluang dan terus melaju. Rasanya seperti ada penyedot di dalam gawang yang menarik kami ke arahnya."

Ia menilai respons timnya setelah kebobolan menjadi gambaran sempurna tentang filosofi sepak bola yang selama ini mereka yakini.

"Sejak mereka mencetak gol, penampilan tim mencerminkan semua yang kami inginkan dari sepak bola. Sepak bola bukan hanya soal taktik, strategi, atau bermain indah. Sepak bola adalah semua hal yang tergambar dalam 40 menit itu. Ketika kami unggul 2-1, kami harus bertahan habis-habisan dan kami melakukannya sampai pertandingan berakhir. Itulah gambaran dari semua yang diajarkan kepada kami tentang arti sepak bola sejak masih kecil."

Sementara itu, pahlawan kemenangan Argentina, Lautaro Martinez, juga mengaku kesulitan mengendalikan emosinya setelah mencetak gol penentu kemenangan.

"Sejujurnya saya tidak tahu harus berkata apa. Rasanya sangat luar biasa," ucap penyerang Inter Milan tersebut.

Martinez kemudian mengenang masa kecilnya bersama kedua orang tuanya. Ia mengatakan gol tersebut merupakan impian yang telah lama disimpannya.

"Saya sudah memimpikan gol ini sejak pertama kali ayah membelikan saya sepasang sepatu sepak bola."

Penyerang berusia itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah yakin akan menjadi pencetak gol sebelum masuk ke lapangan.

"Saya benar-benar memimpikannya. Saya bersumpah. Saya bilang kepada Alexis (Mac Allister) bahwa saya akan mencetak gol. Saya juga mengatakan kepada Facu Medina di bangku cadangan bahwa saya akan masuk dan memenangkan pertandingan. Ternyata kesempatan itu datang kepada saya. Enzo juga mencetak gol yang luar biasa. Sekarang setelah saya sedikit lebih tenang, saya bisa mengatakan bahwa tim ini terus membuktikan kualitas yang dimilikinya."

Baca juga: Lionel Messi Salip Kylian Mbappe, Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Jelang Final Argentina vs Spanyol

Setelah emosinya mulai mereda, Martinez menjelaskan faktor yang menurutnya menjadi kunci kemenangan Argentina atas Inggris.

"Mereka kelelahan. Mereka terus menekan selama 60 menit. Setelah itu, mereka sudah kehabisan tenaga. Setelah mencetak gol, mereka memilih bertahan sehingga kami memiliki lebih banyak ruang untuk mengalirkan bola. Kami melebarkan permainan dan akhirnya mampu mencetak dua gol. Setelah tiga setengah tahun, kami kembali berada di final Piala Dunia." (FIFA/bil)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan