Jaga Ketahanan Pangan, Pemerintah Fokus pada Pelaku UMKM Bidang Pertanian
Mahmuda attar hussein
Senin, 16 Agustus 2021 - 15:38 WIB
Ilustrasi UMKM bidang pangan. Foto: Langit7/Istock
Menghadapi permasalahan nasional dan global, khususnya dalam pandemi Covid-19, saat ini pemerintah terus berupaya dalam penanganan kondisi krisis pangan, ketahanan energi, dan sistem jaring pengaman nasional.
Ketiga isu ini telah menjadi isu penting di dalam RPJMN 2020-2024 pemerintah, yang salah satunya berfokus pada ketahanan pangan sebagai prioritas kebijakan nasional.
Berdasarkan data Food and Agricultur Organization dan World Food Program pada 2020, memprediksi bahwa dunia akan mengalami krisis pangan berupa peningkatan kelaparan global sebesar dua kali lipat atau dialami oleh 270 penduduk dunia. Angka tersebut naik 82 persen dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.
Baca juga:Presiden Jokowi: Digitalisasi UMKM di Lokapasar Terus Meningkat
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebutkan, indeks ketahanan pangan Indonesia ditentukan oleh tiga pilar pendukung, yakni keterjangkauan, ketersediaan, kualitas, dan keamanan. Sehingga dibutuhkan strategi multidimensi untuk menegakkan ketahanan pangan di tanah air.
Selain itu, ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 7,07 persen yoy pada kuartal II tahun ini diikuti pula oleh pertumbuhan pada semua lapangan usaha, kecuali konstruksi dan pengadaan listrik dan gas.
Di mana lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93 persen dengan kontribusi terhadap ekonomi 14,27 persen atau senilai Rp596 triliun, menjadi tebesar kedua setelah indsutri pengolahan.
Ketiga isu ini telah menjadi isu penting di dalam RPJMN 2020-2024 pemerintah, yang salah satunya berfokus pada ketahanan pangan sebagai prioritas kebijakan nasional.
Berdasarkan data Food and Agricultur Organization dan World Food Program pada 2020, memprediksi bahwa dunia akan mengalami krisis pangan berupa peningkatan kelaparan global sebesar dua kali lipat atau dialami oleh 270 penduduk dunia. Angka tersebut naik 82 persen dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.
Baca juga:Presiden Jokowi: Digitalisasi UMKM di Lokapasar Terus Meningkat
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebutkan, indeks ketahanan pangan Indonesia ditentukan oleh tiga pilar pendukung, yakni keterjangkauan, ketersediaan, kualitas, dan keamanan. Sehingga dibutuhkan strategi multidimensi untuk menegakkan ketahanan pangan di tanah air.
Selain itu, ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 7,07 persen yoy pada kuartal II tahun ini diikuti pula oleh pertumbuhan pada semua lapangan usaha, kecuali konstruksi dan pengadaan listrik dan gas.
Di mana lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93 persen dengan kontribusi terhadap ekonomi 14,27 persen atau senilai Rp596 triliun, menjadi tebesar kedua setelah indsutri pengolahan.