Mengenal Perilaku Ghuluw, Berlebih-lebihan dalam Beragama
Andi Muhammad
Selasa, 11 Oktober 2022 - 08:00 WIB
Mengenal Perilaku Ghuluw, Berlebih-lebihan dalam Beragama. Foto: Langit7.id/iStock.
Ghuluwmerupakan sikap melampaui batas dalam beragama. Hal itu dilakukan dengan cara menambah ajaran dengan porsi yang berlebihan sehingga mengeluarkannya dari apa yang diinginkan syariat.
Terkait hal tersebut, anggota Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Ustaz Teten Romly Qomaruddien mengatakan, sifat ghuluw wajib dihindari oleh setiap mukmin. Sebab dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan, umat pada masa lampau binasa karena sifat ghuluw.
"Jauhkan diri kalian dari berlebih-lebihan (ghuluw) dalam agama. Sesungguhnya berlebih-lebihan dalam agama telah membinasakan orang-orang sebelum kalian." (HR an-Nasa’i 5/268 dan Ibnu Majah nomor 3029).
Ustaz Teten menuturkan bahwa segala sesuatu yang berlebih-lebihan dan keluar dari ajaran dalam hadis Nabi SAW serta Al-Qur'an merupakan suatu sifat ghuluw. Oleh karena itu, diperlukan ilmu yang mumpuni dalam menafsirkan ajaran-ajaran agama agar tidak salah penafsiran.
"Agama ditakwil tanpa interpretasi dengan peranti-peranti ilmu yang cukup," kata Ustaz Teten Romly saat di wawancara Langit7, Selasa (11/10/2022).
Baca Juga:Kisah Mualaf: Profesor Matematika Dapat Hidayah Setelah Baca Quran
"Jadi kembalikan definisi ghuluw kepada Allah dan Rasul-Nya," imbuhnya.
Terkait hal tersebut, anggota Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Ustaz Teten Romly Qomaruddien mengatakan, sifat ghuluw wajib dihindari oleh setiap mukmin. Sebab dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan, umat pada masa lampau binasa karena sifat ghuluw.
"Jauhkan diri kalian dari berlebih-lebihan (ghuluw) dalam agama. Sesungguhnya berlebih-lebihan dalam agama telah membinasakan orang-orang sebelum kalian." (HR an-Nasa’i 5/268 dan Ibnu Majah nomor 3029).
Ustaz Teten menuturkan bahwa segala sesuatu yang berlebih-lebihan dan keluar dari ajaran dalam hadis Nabi SAW serta Al-Qur'an merupakan suatu sifat ghuluw. Oleh karena itu, diperlukan ilmu yang mumpuni dalam menafsirkan ajaran-ajaran agama agar tidak salah penafsiran.
"Agama ditakwil tanpa interpretasi dengan peranti-peranti ilmu yang cukup," kata Ustaz Teten Romly saat di wawancara Langit7, Selasa (11/10/2022).
Baca Juga:Kisah Mualaf: Profesor Matematika Dapat Hidayah Setelah Baca Quran
"Jadi kembalikan definisi ghuluw kepada Allah dan Rasul-Nya," imbuhnya.