Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 31 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Mualaf: Profesor Matematika Dapat Hidayah Setelah Baca Qur'an

ummu hani Selasa, 11 Oktober 2022 - 06:00 WIB
Kisah Mualaf: Profesor Matematika Dapat Hidayah Setelah Baca Qur'an
Kisah Mualaf: Profesor Matematika Dapat Hidayah Setelah Baca Al Quran. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada banyak cara Allah SWT dalam memberikan hidayah kepada hambNya. Seperti kisah Jeffrey Lang, seorang Profesor Matematika di Universitas Kansas Amerika Serikat, yang mendapatkan petunjuk Allah SWT menjemput hidayah-Nya.

Sejak kecil, Lang suka bertanya tentang kehidupan dan agama. Ia memiliki rasa penasaran tinggi, mengapa Tuhan ada dan punya kasih sayang tapi begitu banyak penderitaan di atas bumi. Lang merupakan orang yang tumbuh dan besar beragama Katolik.

Lang memiliki rasa penasaran tinggi, mengapa Tuhan tidak memasukkan manusia ke surga untuk mendapatkan kedamaian dalam hidup. Pertanyaan itu dia sampaikan kepada ayahnya, temannya, dan pendetanya.

Baca Juga: Kisah Aris Tareluhan, Masuk Islam karena Mimpi

Lang berusaha memecahkan pertanyaan tersebut, tapi jawaban guru maupun pendetanya tidak memuaskan. Hingga pada usia 18 tahun, ia memutuskan menjadi ateis atau tak percaya Tuhan.

Dalam masa itu, ia berkali-kali bermimpi berada di ruang bawah tanah yang kosong bertembok putih. Lantai di ruangan tersebut berkarpet merah putih disertai jendela kecil dengan cahaya terang dan suasana hening.

Lang merasa sedang duduk di atas tumit bersama banyak lelaki menghadap jendela. Di jendela tersebut Lang melihat punggung seorang yang memimpin barisan dengan berdiri memakai jubah panjang dan berselendang putih.

Mimpi tersebut hanya diabaikannya. Hingga akhirnya Lang menjadi asisten dosen di Universitas San Fransisco pada 1982 saat dirinya berusia 28 tahun.

Baca Juga: Kisah Masjid Al Falah Surabaya Berhasil Mengislamkan 3.000 Orang

Dalam masa itu, Lang bertemu dengan salah satu mahasiswanya yang muslim berasal dari Arab Saudi, bernama Mahmud Qandeel. Dalam berdiskusi, Mahmud menjelaskan sains dan teknologi menurut Islam.

Qandeel kemudian menghadiahkan Lang Al Quran dengan terjemahannya beserta beberapa buku Islam. Dalam waktu senggang, Lang membaca buku tersebut dan Al Quran dari surat Al Fatihah hingga Al Baqarah.

Tiba pada ayat 30 dan lanjutannya (surat Al Baqarah), Lang fokus memahami maksud ayat yang menjelaskan tujuan penciptaan Adam di bumi.

Lang merasa ayat itu keliru karena tak sama dengan ajaran Katolik, agama terdahulunya. Menurut kitab agama terdahulunya, Adam dan manusia lainnya diturunkan di dunia sebagai hukuman atas dosanya.

Sementara Al Quran menjelaskan, Allah menciptakan manusia di dunia sebagai khalifah. "Mungkin ini keliru pemahaman saya, manusia di dunia ini karena dosanya. Saya membacanya lagi pelan-pelan baris demi barus untuk memastikan pesan yang disampaikan (Al Quran)," tutur Lang.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Mualaf Mantan Pendeta Dantje Mumek

Lang menemukan sebuah ayat di Al Quran berbunyi, "Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat, sesungguhnya aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi. Malaikat berkata, mengapa Engkau menjadikan khalifah di bumi, orang-orang yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah padahal kami selalu bertasbih dan memuji dan menyucikanMu."

Lang lantas terkejut karena dalam ayat tersebut sama dengan pertanyaan dirinya selama ini. Pada ayat selanjutnya Lang menemukan, Allah menjawab 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui'.

"Jawaban itu sederhana namun mengandung makna mendalam. Al Quran menjawab pertanyaan para malaikat dengan memperlihatkan kemampuan manusia. Allah mengajarkan manusia tentang nama-nama benda. Ini kecerdasan bahasa, ayat tersebut menunjukkan kemuliaan dan kemampuan manusia yang tidak diberikan kepada malaikat," tutur Lang.

Pada ayat ke-39 surat Al Baqarah Lang menemukan kalimat, 'orang-orang tidak beriman dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka adalah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya'.

"Saya merasa ayat ini makin kuat menyerang saya tapi saya semakin percaya kebenaran Al Quran dan meyakini agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Setiap muncul beraneka ragam pertanyaan dalam diri saya, jawabannya segera saya temukan dalam Al Quran, seakan penulis Al Quran membaca pikiran saja," ujar Lang.

Lang pun memberanikan diri berdiskusi dengan teman-teman muslimnya. Hingga pada suatu hari ia memberanikan diri mengunjungi mahasiswa muslim di kampus.

Baca Juga: FKUB Cilegon: Masyarakat Tak Tahu Rencana Bangun Musala Ternyata untuk Gereja

Setelah berdiskusi panjang, Lang memantapkan diri mengucap syahadat. Saat itu masuk waktu Dzuhur pertama Lang sesaat menjadi mualaf.

Para mahasiswa Lang menuntunnya untuk salat. Lang pun pertama kalinya mengikuti gerakan salat dengan suasana hening.

"Saat sujud saya melihat karpet berwarna merah putih. Saat duduk iftirasy mata saya menatap ke depan. Saat melihat punggung di depan sebagai imam, di sisi kiri ada saya. Di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya ia memakai jubah putih panjang, syal putih menutupi kepalanya," kata lang

Lang teringat mimpi bertahun-tahun lalu yang sudah dilupakan dan kini dialaminya. "Saya berteriak dalam hati, mimpi itu persis. Saya telah benar-benar melupakannya dan sekarang saya tertegun dan takut," ucap Lang.

Setelah muslim, Lang memperdalam keislamannya. Ia menikah dengan wanita Arab, Raika pada 1994. Lang dengan sang istri dikaruniai tiga anak perempuan bernama Jameelah, Sarah, dan Fattin.

Baca Juga: Sosok Jusuf Hamka, Bos Jalan Tol yang Pilih Hidup Sederhana

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 31 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)