Pemilu 2024
Hindari Politik Transaksional, NasDem Usul Anies Pilih Cawapres Nonparpol
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 19 Oktober 2022 - 05:05 WIB
Partai NasDem resmi mengusulkan nama Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024 mendatang. (Foto: dok. NasDem)
Partai NasDem mengusulkan kepada Anies Baswedan untuk memilih calon wakil presiden (cawapres) dari nonparpol. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali.
Ali mengatakan bahwa NasDem memberikan keleluasaan bagi Anies untuk memilih cawapresnya. Namun, Ali berharap Anies memilih cawapres dari nonparpol untuk menjaga hubungan koalisi partai politik (parpol) pengusung.
Baca Juga:Duduk Semeja Bareng Elite PKS, Nasdem dan Anies, Ini Penjelasan Demokrat
"Tentunya cawapres itu orang yang harus membantu elektoral, itu pasti. Kemudian menstabilkan koalisi, sepakat," kata Ali di Jakarta, Selasa (18/10/2022).
"Menstabilkan koalisi itu katakan tiga partai koalisi terjadi, kemudian tidak mungkin kalau satu partai mau mengusulkan wakilnya. Maka akan lebih bijak kalau kemudian supaya tidak tarik-menarik, ya sudah kita serahkan kepada Anies yang kemudian (cawapres) bukan (berasal) dari kader parpol," ujar Ali menerangkan.
Ali mengungkapkan alasan dibalik usulan cawapres dari kalangan nonparpol. Menurutnya, cawapres nonparpol semata-mata untuk menghindari terjadinya kontrak politik yang bersifat transaksional.
"Kalau salah satu elit partai minta cawapresnya diambil dari partainya, terus kalau dua partai bagaimana? Akibatnya yang terjadi adalah transaksional kan, kita ingin menghilangkan hal-hal seperti itu," ungkap Ali.
Ali mengatakan bahwa NasDem memberikan keleluasaan bagi Anies untuk memilih cawapresnya. Namun, Ali berharap Anies memilih cawapres dari nonparpol untuk menjaga hubungan koalisi partai politik (parpol) pengusung.
Baca Juga:Duduk Semeja Bareng Elite PKS, Nasdem dan Anies, Ini Penjelasan Demokrat
"Tentunya cawapres itu orang yang harus membantu elektoral, itu pasti. Kemudian menstabilkan koalisi, sepakat," kata Ali di Jakarta, Selasa (18/10/2022).
"Menstabilkan koalisi itu katakan tiga partai koalisi terjadi, kemudian tidak mungkin kalau satu partai mau mengusulkan wakilnya. Maka akan lebih bijak kalau kemudian supaya tidak tarik-menarik, ya sudah kita serahkan kepada Anies yang kemudian (cawapres) bukan (berasal) dari kader parpol," ujar Ali menerangkan.
Ali mengungkapkan alasan dibalik usulan cawapres dari kalangan nonparpol. Menurutnya, cawapres nonparpol semata-mata untuk menghindari terjadinya kontrak politik yang bersifat transaksional.
"Kalau salah satu elit partai minta cawapresnya diambil dari partainya, terus kalau dua partai bagaimana? Akibatnya yang terjadi adalah transaksional kan, kita ingin menghilangkan hal-hal seperti itu," ungkap Ali.