Dilema Dolar Meroket, Biaya Travel Diprediksi akan Membengkak
Andi Muhammad
Rabu, 19 Oktober 2022 - 11:47 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Nilai tukar rupiah masih cenderung mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS. Per hari ini, Rabu (19/10/2022) rupiah ditutup melemah yaitu 15.457 per dollar AS.
Menyikapi melambungnya nilai dollar terhadap rupiah, Chairman of Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi mengatakan, naiknya nilai tukar dolar yg tinggi ini akan sangat berdampak buruk terhadap pelaku usaha travel di Indonesia, terutama perjalanan ke luar negeri.
“Naiknya dolar ini akan sangat berdampak buruk bagi industri pariwisata khususnya perjalanan keluar negeri, termasuk umrah hampir 95 persen komponennya menggunakan mata uang asing, termasuk dolar,” kata pria yang juga Ketua Bidang SDM DPP Asosiasi Travel Indonesia (ASTINDO) dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).
Priyadi menambahkan, akomodasi, transportasi udara, dan transportasi darat di negara tujuan semuanya menggunakan mata uang asing dalam hal ini dolar. “Ini menjadi dilematis bagi para biro perjalanan yang menjual dengan harga rupiah kepada jamaah atau client nya, karena peraturan pemerintah mengharuskan kami menjual dengan rupiah, sedangkan kami harus membayar komponen tersebut dengan mata uang dolar,” ujarnya.
Dampaknya, imbuh Priyadi yang juga Direktur Utama Adinda Azzahra Tuor & Travel, selisih beban biaya yang ada akhirnya kami bebankan kepada jamaah atau peserta tour, sehingga harga tour yang sudah dikeluarkan dengan kurs dua bulan lalu akan mengalami perubahan.
Baca Juga:Ini Alasan Penumpang Pesawat Langsung Berdiri Saat Landing
Menyikapi melambungnya nilai dollar terhadap rupiah, Chairman of Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi mengatakan, naiknya nilai tukar dolar yg tinggi ini akan sangat berdampak buruk terhadap pelaku usaha travel di Indonesia, terutama perjalanan ke luar negeri.
“Naiknya dolar ini akan sangat berdampak buruk bagi industri pariwisata khususnya perjalanan keluar negeri, termasuk umrah hampir 95 persen komponennya menggunakan mata uang asing, termasuk dolar,” kata pria yang juga Ketua Bidang SDM DPP Asosiasi Travel Indonesia (ASTINDO) dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).
Priyadi menambahkan, akomodasi, transportasi udara, dan transportasi darat di negara tujuan semuanya menggunakan mata uang asing dalam hal ini dolar. “Ini menjadi dilematis bagi para biro perjalanan yang menjual dengan harga rupiah kepada jamaah atau client nya, karena peraturan pemerintah mengharuskan kami menjual dengan rupiah, sedangkan kami harus membayar komponen tersebut dengan mata uang dolar,” ujarnya.
Dampaknya, imbuh Priyadi yang juga Direktur Utama Adinda Azzahra Tuor & Travel, selisih beban biaya yang ada akhirnya kami bebankan kepada jamaah atau peserta tour, sehingga harga tour yang sudah dikeluarkan dengan kurs dua bulan lalu akan mengalami perubahan.
Baca Juga:Ini Alasan Penumpang Pesawat Langsung Berdiri Saat Landing