Mengacu Temuan TGIPF, Legislator Dorong Jokowi Copot Ketum PSSI
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:35 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau langsung Stadion Kanjuruhan di Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: BPMI Setpres)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf,mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Mochamad Iriawan dari Ketua Umum PSSI. Pernyataan itu disampaikan Dede Yusuf menanggapi laporan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang meminta PSSI bertanggung jawab terkait Tragedi Kanjuruhan.
"Pimpinan tertinggi di Indonesia itu namanya presiden bukan FIFA. Ketika presiden (Jokowi) bisa berbicara kepada FIFA untuk tidak memberikan sanksi, presiden pun bisa bicara kepada FIFA agar PSSI ini sebaiknya diganti," kata Dede dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/10/2022).
Baca Juga:TGIPF Ungkap Upaya Pihak Kepolisian Ganti Rekaman CCTV
Legislator Fraksi Partai Demokrat itu menuturkan bahwa pihak kepolisian, TNI, hingga PT LIB selaku pengelola liga sudah ditemukan yang bersalah dan menjadi tersangka. Kini, tinggal dari PSSI yang bertanggung jawab.
Menurut Dede, jika hasil temuan TGIPF adalah seyogyanya agar Ketum PSSI dan para Exco mundur, maka hal itu perlu dilakukan. "Nah yang belum kan pimpinan paling atas, pihak paling atas ini kan adalah pimpinan cabang olahraga yaitu PSSI,"
"Kalau temuannya sudah dikatakan oleh Pak Mahfud Md bahwa ini adalah (Ketum) PSSI harusnya mundur, ya menurut saya karena ini bencana kemanusiaan ya semua harus tanggung jawab. Namanya adalah tanggung renteng tanggung jawab," lanjut Dede menerangkan.
Baca Juga:Jokowi: Stadion Kanjuruhan Bakal Diruntuhkan dan Dibangun Ulang
"Pimpinan tertinggi di Indonesia itu namanya presiden bukan FIFA. Ketika presiden (Jokowi) bisa berbicara kepada FIFA untuk tidak memberikan sanksi, presiden pun bisa bicara kepada FIFA agar PSSI ini sebaiknya diganti," kata Dede dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/10/2022).
Baca Juga:TGIPF Ungkap Upaya Pihak Kepolisian Ganti Rekaman CCTV
Legislator Fraksi Partai Demokrat itu menuturkan bahwa pihak kepolisian, TNI, hingga PT LIB selaku pengelola liga sudah ditemukan yang bersalah dan menjadi tersangka. Kini, tinggal dari PSSI yang bertanggung jawab.
Menurut Dede, jika hasil temuan TGIPF adalah seyogyanya agar Ketum PSSI dan para Exco mundur, maka hal itu perlu dilakukan. "Nah yang belum kan pimpinan paling atas, pihak paling atas ini kan adalah pimpinan cabang olahraga yaitu PSSI,"
"Kalau temuannya sudah dikatakan oleh Pak Mahfud Md bahwa ini adalah (Ketum) PSSI harusnya mundur, ya menurut saya karena ini bencana kemanusiaan ya semua harus tanggung jawab. Namanya adalah tanggung renteng tanggung jawab," lanjut Dede menerangkan.
Baca Juga:Jokowi: Stadion Kanjuruhan Bakal Diruntuhkan dan Dibangun Ulang