HUT 76 RI, SBY: Kita Harus Yakin Badai Pasti Berlalu
Mahmuda attar hussein
Selasa, 17 Agustus 2021 - 15:55 WIB
Ilustrasi optimisme kebangsaan di tengah hantaman ombak. Foto: Langit7.id/iStock
Dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada, Selasa 17 Agustus 2021, beberapa pihak berharap Indonesia dapat melewati segala permasalahan rumit yang dialami, khususnya pandemi Covid-19.
Presiden Ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat mengucap syukur atas kemerdekaan yang mencapai usia ke-76. Di samping itu, SBY juga menuturkan rasa prihatinnya lantaran Indonesia sedang menghadapi masa sulit terkait pandemi yang menyebabkan krisis.
Baca Juga:Pangeran Diponegoro, Bergerilya Melawan Penjajah Sambil Berdakwah
"Berbicara kemerdekaan kita perlu bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada para pendiri republik dan semua yang mengisi kemerdekaan ini, dari generasi ke generasi. Kita perlu terus melihat ke depan, sehingga membuat negara yang kita cintai semakin maju, rukun, damai, adil dan sejahtera," ujarnya secara virtual HUT Ke-76 RI, Selasa (17/8/2021).
Untuk mencapai masa depan gemilang tersebut, kata dia, tidak ada jalan pintas dan resep ajaib. Perlu adanya visi dan pikiran cerdas, serta mau bekerja keras tanpa lelah.
Dalam kurun waktu setahun lebih Indonesia kembali menghadapi tantangan besar dalam sejarah. Pandemi menimbulkan kecemasan sosial dan tekanan ekonomi yang berat, sehingga dampaknya dirasakan rakyat Indonesia di seluruh penjuru Tanah Air.
"Kita tahu pemerintah berupaya dengan gigih untuk mengatasi krisis tersebut. Namun kerja belum selesai, pemerintah dan masyarakat masih harus melanjutkan upayanya. Rakyat patuh dan menjalankan kebijakan pemerintah, pemerintah mendengarkan suara rakyat dan memenuhi harapannya. Sebagai manusia dan bangsa beriman, kita harus yakin bahwa badai akan berlalu. Insya Allah," ujarnya.
Presiden Ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat mengucap syukur atas kemerdekaan yang mencapai usia ke-76. Di samping itu, SBY juga menuturkan rasa prihatinnya lantaran Indonesia sedang menghadapi masa sulit terkait pandemi yang menyebabkan krisis.
Baca Juga:Pangeran Diponegoro, Bergerilya Melawan Penjajah Sambil Berdakwah
"Berbicara kemerdekaan kita perlu bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada para pendiri republik dan semua yang mengisi kemerdekaan ini, dari generasi ke generasi. Kita perlu terus melihat ke depan, sehingga membuat negara yang kita cintai semakin maju, rukun, damai, adil dan sejahtera," ujarnya secara virtual HUT Ke-76 RI, Selasa (17/8/2021).
Untuk mencapai masa depan gemilang tersebut, kata dia, tidak ada jalan pintas dan resep ajaib. Perlu adanya visi dan pikiran cerdas, serta mau bekerja keras tanpa lelah.
Dalam kurun waktu setahun lebih Indonesia kembali menghadapi tantangan besar dalam sejarah. Pandemi menimbulkan kecemasan sosial dan tekanan ekonomi yang berat, sehingga dampaknya dirasakan rakyat Indonesia di seluruh penjuru Tanah Air.
"Kita tahu pemerintah berupaya dengan gigih untuk mengatasi krisis tersebut. Namun kerja belum selesai, pemerintah dan masyarakat masih harus melanjutkan upayanya. Rakyat patuh dan menjalankan kebijakan pemerintah, pemerintah mendengarkan suara rakyat dan memenuhi harapannya. Sebagai manusia dan bangsa beriman, kita harus yakin bahwa badai akan berlalu. Insya Allah," ujarnya.