Asal-Usul Kata Santri dari Bahasa Sansekerta, Tamil, hingga India
Muhajirin
Kamis, 20 Oktober 2022 - 16:47 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pemerintah Indonesia menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sejak 2015 silam. Santri jamak dikenal sebagai seseorang yang menuntut ilmu agama Islam di pondok pesantren. Kendati demikian, ternyata kata santri bukan berasal dari bahasa Arab.
Ada beberapa versi mengenai sejarah dan asal-usul kata santri. Nurcholish Madjid dalam buku Bilik-Bilik Pesantren; Sebuah Potret Perjalanan, mengatakan, asal-usul kata santri dapat dilihat dari dua pendapat. Pertama, santri yang berasal dari perkataan sastri. Ini merupakan sebuah kata dari bahasa Sanskerta yang berarti melek huruf.
Pendapat ini didasarkan atas kaum santri bagi orang Jawa yang berusaha mendalami agama melalui kitab-kitab bertulisan dan berbahasa Arab.
Baca Juga: Hari Santri 2022 jadi Momentum Mengembalikan Peran Pondok Pesantren
Kedua, perkataan santri sesungguhnya berasal dari bahasa Jawa, yaitu dari kata cantrik. Kata cantrik berarti seseorang yang selalu mengikuti seorang guru ke mana guru itu pergi dan menetap.
Ada beberapa versi mengenai sejarah dan asal-usul kata santri. Nurcholish Madjid dalam buku Bilik-Bilik Pesantren; Sebuah Potret Perjalanan, mengatakan, asal-usul kata santri dapat dilihat dari dua pendapat. Pertama, santri yang berasal dari perkataan sastri. Ini merupakan sebuah kata dari bahasa Sanskerta yang berarti melek huruf.
Pendapat ini didasarkan atas kaum santri bagi orang Jawa yang berusaha mendalami agama melalui kitab-kitab bertulisan dan berbahasa Arab.
Baca Juga: Hari Santri 2022 jadi Momentum Mengembalikan Peran Pondok Pesantren
Kedua, perkataan santri sesungguhnya berasal dari bahasa Jawa, yaitu dari kata cantrik. Kata cantrik berarti seseorang yang selalu mengikuti seorang guru ke mana guru itu pergi dan menetap.