Cara Komika Dzawin Kenalkan Kehidupan Pesantren dalam Materi Komedi
Hasanah syakim
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 14:39 WIB
Dzawin Nur Ikram, komika yang kerap membawakan materi pesantren dalam tiap penampilannya. Foto: Istimewa.
Komika Dzawin Nur Ikram seringkali membawakan tema santri dan pesantren di beberapa penampilannya. Tak heran, karena Dzawin merupakan lulusan Pesantren La Tansa, Banten dan alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Khususnya saat ia berkompetisi sebagai komika di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Kompetisi ini pun menjadi awal perjalanan karir Dzawin sebagai komika Indonesia.
Baca juga: Kisah Achmad Rofiq dari Pesantren hingga Merambah Dunia Animasi
Salah satu materi yang cukup menggelitik adalah saat ia menceritakan anak pesantren bermain bola. Materi tersebut bermula dari Dzawin yang menceritakan tentang timnas U-19 yang dinilai jauh lebih baik dari generasi sebelumnya.
Menurut Dzawin, dalam materinya tersebut, tim ini jauh lebih religius dilihat dari kebiasaan mereka yang kerap sujud syukur ketika berhasil mencetak gol.
Kemudian dia pun membandingkan saat santri bermain bola, yang membutuhkan waktu lebih lama.
"Tapi kalau di pesantren gua, kita kalau main bola harus membutuhkan waktu lebih lama. Soalnya kalau habis ngegol-in kita sujud syukur sekaligus salat sunnah dua rakaat, kadang-kadang kita salat Ju'mat," ungkap Dzawin dalam tayangan YouTube Stand Up Kompas TV dikutip Sabtu (22/10/2022).
Khususnya saat ia berkompetisi sebagai komika di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Kompetisi ini pun menjadi awal perjalanan karir Dzawin sebagai komika Indonesia.
Baca juga: Kisah Achmad Rofiq dari Pesantren hingga Merambah Dunia Animasi
Salah satu materi yang cukup menggelitik adalah saat ia menceritakan anak pesantren bermain bola. Materi tersebut bermula dari Dzawin yang menceritakan tentang timnas U-19 yang dinilai jauh lebih baik dari generasi sebelumnya.
Menurut Dzawin, dalam materinya tersebut, tim ini jauh lebih religius dilihat dari kebiasaan mereka yang kerap sujud syukur ketika berhasil mencetak gol.
Kemudian dia pun membandingkan saat santri bermain bola, yang membutuhkan waktu lebih lama.
"Tapi kalau di pesantren gua, kita kalau main bola harus membutuhkan waktu lebih lama. Soalnya kalau habis ngegol-in kita sujud syukur sekaligus salat sunnah dua rakaat, kadang-kadang kita salat Ju'mat," ungkap Dzawin dalam tayangan YouTube Stand Up Kompas TV dikutip Sabtu (22/10/2022).