LANGIT7.ID - , Jakarta - Nama
Acmad Rofiq di dunia animasi Tanah Air terdengar tak asing. Dia dikenal sebagai salah satu
animator Indonesia yang tidak kalah berkualitas dengan pembuat animasi luar negeri. Karyanya yang dikenal hingga saat ini adalah Kuku Rock You.
Dibalik kesuksesannya dalam membuat animasi dan beberapa film, siapa sangka ternyata Rofiq sapaan akrabnya dulunya merupakan lulusan pesantren Miftahul Ulum di Pasuruan.
Kepada Langit7, ia mengaku mengenyam pendidikan di
pesantren selama 6 tahun dari SMP hingga SMA, tetapi minatnya terhadap animasi sudah muncul sejak kecil.
Baca juga: Dear Santri, Ini Etika Menuntut Ilmu Berdasarkan Firman AllahBermula dari kegemarannya menonton
film animasi dan didikan orang tuanya yang selalu mengedepankan kreativitas.
"Karena gemar nonton kartun dan aku tuh diajari orang tua itu bikin sendiri. Misal baju aku senang waktu kecil baca buku kan iklannya Cubitus. Nah itu tidak boleh beli, harus dibikin jadi ibuku jahit. Dari situ aku berpikir pas kartun itu, berarti aku bisa bikin sendiri, itu
cita-cita dari waktu kecil," ujar Rofiq saat berbincang virtual dengan Langit7.id, Kamis (20/10/2022).
"Tetapi di pesantren itu kan hal-hal kesenian itu tidak ada ruangnya, bukan dilarang. Aku pesantren di Pasuruan, itu pesantren kecil memang tidak dilarang tetapi tidak ada kesempatan saja. Pas kecil nonton TV sambil aku hobinya itu dengerin musik jadi perpaduan musikal dengan kartun aku padukan," lanjut dia.
Selain itu, alumni
Universitas Negeri Malang jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) itu mengaku kakeknya juga termasuk salah satu orang yang ikut berperan terhadap kesukaannya pada animasi.
"Sama Mbahku itu waktu kecil, kalau aku pulang ke rumah dia
story telling atau suka mendongeng. Dakwahnya dimasukkan di dongeng itu, mungkin yang akhirnya terpikir di otakku untuk membuat animasi," katanya.
Lebih lanjut, Rofiq memberitahukan alasannya masuk pesantren. Baginya pesantren yang dia tempati adalah kampungnya sebab ia juga termasuk salah seorang yang ikut membantu dalam pembangunan pesantren.
Baca juga: Mahasiswi dari Pesantren Persis Jakarta Ini Berhasil Pertahankan PrestasiDitambah lagi, Rofiq berasal dari keluarga pemuka agama, tepatnya sang kakek adalah seorang Kyai. Hanya saja, sang kakek tidak memiliki pesantren namun mushala, di mana dia mengajarkan anak-anak mengaji
setiap maghrib. Dan hal tersebut berlanjut pada keturunannya.
Kebiasaan orang tuanya yang selalu menyuruh pulang ketika magrib untuk siap-siap pergi mengaji ia masukkan ke karya animasinya yang ke-15 berjudul Dunia Dina.
Dalam karyanya itu, Rofiq menceritakan karakter Dina yang kisahnya selalu berakhir di adzan maghrib. Karena pada saat itu, orang tuanya memanggil pulang.
"Judulnya Dunia Dina, jadi Dunia dan Dina. Artinya dunia dan agama tetapi orang tidak mengerti maknanya, itu tidak apa-apa sih. Karakter namanya Dina padahal makna dalamnya," jelas Rofiq.
Dia pun memaknai judul karyanya tersebut dari potongan ayat dalam Tafsir Al Jalalain, halaman 405. Disebutkan arti dalam ayat tersebut,
Baca juga: Selain Ilmu Agama, 4 Pesantren Ini Ajarkan Santri Keahlian Agribisnis{ لاَ } { الدنيا } ل ا للآخرة
“Janganlah engkau tinggalkan nasibmu di dunia yaitu hendaklah di dunia ini engkau beramal untuk akhiratmu.”
"Aku teringat ayat jangan tinggalkan kehidupan dunia hanya untuk akhiratnya. Makanya aku kasih judul Dunia Dina," tutup Rofiq.
(est)