LANGIT7.ID, Jakarta - Menuntut ilmu wajib hukumnya dalam Islam, karena ilmu yang bermanfaat sangat berguna bagi santri dan seluruh umat muslim baik di dalam kehidupan sehari-hari ataupun di akhirat. Belajar tak memandang usia, sebab ilmu sendiri bermanfaat bagi setiap kalangan yang tak lekang oleh waktu.
Tak hanya ilmu agama saja, tapi para santri juga dibekali segudang ilmu pengetahuan yang baik dan mampu membawa mereka ke masa depan yang lebih cerah. Namun perlu diketahui, belajar atau menimba ilmu memiliki etika tersendiri dalam ajaran Islam.
Berikut etika menuntut ilmu dalam Islam berdasarkan dalil-dalil:
1. Bersunggsuh-sungguhHal yang pertama dan sangat penting dalam menuntut ilmu yakni dengan bersungguh-sungguh. Jika seseorang tidak bersungguh-sungguh, maka sesuatu yang dia pelajari akan sia-sia. Karena tidak menimbulkan rasa keingin tahuan yang tinggi, bahkan tidak jarang yang berhenti di tengah perjalanan menimba ilmu.
Oleh karena itu, rasa kesungguhan dalam memelajari sesuatu harus dimiliki sang penuntut ilmu. Terkait hal ini, Allah berfirman dalam Surat al-Kahfi ayat 60:
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun".
Baca Juga: Etika Pergaulan Antara Santri dengan Ulama, Ini Kata Buya YahyaAyat di atas menceritakan kesungguhan Nabi Musa AS dalam menuntut ilmu. Dalam Tafsir Al-Muyassar disebutkan, Nabi Musa berkata kepada pelayannya, yusya’ bin Nun, ”aku akan tetap meneruskan perjalananku hingga aku sampai pada tempat pertemuan dua lautan. Atau aku akan terus berjalan dalam waktu yang lama hingga berjumpa dengan orang yang salih itu untuk aku timba darinya ilmu yang tidak aku miliki.
2. IkhlasIbadah tidak hanya sekadar salat lima waktu ataupun shaum saja, menimba ilmu merupakan salah satu dari bagian ibadah yang Allah perintahkan kepada manusia. Niat ikhlas ini nantinya akan membawa rida dan berkah-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Bayyinah ayat 5:
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
Artinya: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
3. BerdoaSeorang penuntut ilmu harus berdoa ketika hendak melakukan sesuatu perkara, baik dengan niat atas Allah SWT. Sang Khalik memerintahkan kepada seorang penuntut ilmu untuk berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam penggalan surat Thaha ayat 114
وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
Artinya: Dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan".
Adapun beberapa doa menuntut ilmu sebagai berikut:
a. Doa Sebelum Belajarاللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ اْلمَرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya: “Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilhamnya para malaikat yang dekat (dengan-Mu), sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang Mahapengasih.”
b. Doa Sesudah Belajarاَللّٰهُمَّ اِنِّى قَدِاسْتَوْدَعْتُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ إلَيْهِ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya ku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah dia kepadaku disaat aku membutuhkannya. Janganlah Engkau buat aku lupa kepadanya. wahai Tuhan pemelihara alam.”
c. Doa Agar Tidak Mudah Lupaاَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ
Artinya, “Ya Allah, jadikan jiwa kami menjadi tenang, beriman akan adanya pertemuan dengan-Mu, dan rela atas garis yang Engkau tentukan.”
Baca Juga: Percikan Alat Bakar Penyebab Kebakaran Kubah Masjid JIC, Ini Kronologinya(zhd)