home edukasi & pesantren

Rektor Unida Gontor: Rusaknya Ilmu karena Terpisah dari Iman

Rabu, 07 Juli 2021 - 09:12 WIB
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil (Sumber: Unida Gontor)
Pendidikan Islam menengah dan tinggi seharusnya bisa menanamkan tiga pilar worldview Islam. Ketiganya adalah integrasi antara ilmu, iman, dan amal. Pemisahan tiga pilar ini menyebabkan moralitas dalam konteks berpikir akademis rendah. Bahkan cenderung rusak.

Rusak karena ilmu dipisahkan dari akhlaq, berpikir dipisahkan dari berzikir. Akibatnya, seorang ilmuwan muslim bisa berpikiran sesat dengan alasan ‘sekedar wacana’. Lagi-lagi ini karena kerusakan ilmu yang terpisah dari iman dan akhlaq.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil, dalam sesi wawancara khusus dengan Redaktur LANGIT7.ID Ahmad Jilul Qur’ani Farid, Selasa, 6 Juli 2021. Profesor yang akrab disapa Ustadz Hamid ini juga dikenal sebagai pendiri Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) dan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI).

Ustadz Hamid tumbuh dan besar di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor. Meski anak kiai, tak jadi penghalang bagi Ustadz Hamid untuk menimba ilmu di Inggris. Di sana, penulis buku fenomenal “Misykat” ini mengambil pendidikan S2 (M.Phil) dalam studi Islam di University of Birmingham United Kingdom (UK) ini pada 1998.

Untuk diketahui, Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya memiliki pesantren untuk jenjang pendidikan menengah, tapi juga pendidikan tinggi. Visi pendidikan tinggi Gontor telah lama dicanangkan oleh Trimurti, 3 orang Kiai pendiri Gontor sejak masa berdirinya. KH Ahmad Sahal, KH Imam Zarkasyi dan KH Zainuddin Fanani dalam imajinasinya membayangkan kelak Gontor memiliki Universitas yang merupakan sintesis antara Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, Aligarh Muslim University dengan iklim keilmuan ala Syanggit Mauritania dan Santiniketan di India.

Cita-cita mewujudkan Perguruan Tinggi Islam telah diikhtiarkan sejak tahun 1942 dan bertransformasi dari waktu ke waktu. Mulai dari berbentuk underbow dan bovenbow, lalu menjadi Institut Pendidikan Darussalam (IPD) pada 1963, kemudian menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) pada tahun 1994 dan akhirnya menjadi Universitas Darussalam Gontor pada tahun 2014.

Hari ini, Universitas Darussalam Gontor telah berdiri kokoh dengan 7 Fakultas dan 17 Program Studi serta akreditasi Baik Sekali. Dipimpin oleh salah satu Intelektual Muslim paling berpengaruh di Indonesia yakni Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil, UNIDA Gontor memberikan substansi dan warna baru untuk pendidikan tinggi di Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
unida gontor ponpes gontor hamid fahmy zarkasyi intelektual muslim
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya