Belajar dari Siti Hajar dan Ismail, Bisnis Modal Prasangka Baik
Mahmuda attar hussein
Ahad, 23 Oktober 2022 - 16:40 WIB
Ilustrasi berwirausaha. (Foto: Istimewa).
Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail AS bisa dijadikan motivasi dalam bisnis. Ibu dan anak ini memulai usaha dengan modal prasangka baik kepada Allah SWT.
Pendakwah, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, modal utama dalam bisnis atau usaha bukanlah uang, relasi, dan investasi, melainkan prasangka baik kepada Allah SWT. Kendati demikian, ada langkah selanjutnya yang mesti dikerjakan dengan ikhtiar.
"Walaupun tidak ada modal dan dalam keadaan sulit, kita harus punya prasangka baik kepada Allah SWT," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Jumat (21/10/2022).
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menjelaskan, hal itu jugalah yang dilakukan Siti Hajar ketika mencari air minum untuk anaknya Ismail, yang tengah kehausan.
Baca Juga: Tafsir Surat Ibrahim: Awal Kemunculan Bangsa Arab dari Keturunan Ismail
Dia meninggalkan Ismail di tengah gurun gersang dan tandus (kini menjadi sumur Zamzam). Kemudian dia berikhtiar, berlari antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
"Allah telah memerintahkan, maka berpikirlah positif akan itu. Niscaya Dia akan memberikan apa yang telah dijanjikan, seperti Sayyidah Hajar yang berada di puncak bukit," jelasnya.
Pendakwah, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, modal utama dalam bisnis atau usaha bukanlah uang, relasi, dan investasi, melainkan prasangka baik kepada Allah SWT. Kendati demikian, ada langkah selanjutnya yang mesti dikerjakan dengan ikhtiar.
"Walaupun tidak ada modal dan dalam keadaan sulit, kita harus punya prasangka baik kepada Allah SWT," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Jumat (21/10/2022).
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menjelaskan, hal itu jugalah yang dilakukan Siti Hajar ketika mencari air minum untuk anaknya Ismail, yang tengah kehausan.
Baca Juga: Tafsir Surat Ibrahim: Awal Kemunculan Bangsa Arab dari Keturunan Ismail
Dia meninggalkan Ismail di tengah gurun gersang dan tandus (kini menjadi sumur Zamzam). Kemudian dia berikhtiar, berlari antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
"Allah telah memerintahkan, maka berpikirlah positif akan itu. Niscaya Dia akan memberikan apa yang telah dijanjikan, seperti Sayyidah Hajar yang berada di puncak bukit," jelasnya.