Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Belajar dari Siti Hajar dan Ismail, Bisnis Modal Prasangka Baik

mahmuda attar hussein Ahad, 23 Oktober 2022 - 16:40 WIB
Belajar dari Siti Hajar dan Ismail, Bisnis Modal Prasangka Baik
Ilustrasi berwirausaha. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail AS bisa dijadikan motivasi dalam bisnis. Ibu dan anak ini memulai usaha dengan modal prasangka baik kepada Allah SWT.

Pendakwah, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, modal utama dalam bisnis atau usaha bukanlah uang, relasi, dan investasi, melainkan prasangka baik kepada Allah SWT. Kendati demikian, ada langkah selanjutnya yang mesti dikerjakan dengan ikhtiar.

"Walaupun tidak ada modal dan dalam keadaan sulit, kita harus punya prasangka baik kepada Allah SWT," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Jumat (21/10/2022).

Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menjelaskan, hal itu jugalah yang dilakukan Siti Hajar ketika mencari air minum untuk anaknya Ismail, yang tengah kehausan.

Baca Juga: Tafsir Surat Ibrahim: Awal Kemunculan Bangsa Arab dari Keturunan Ismail

Dia meninggalkan Ismail di tengah gurun gersang dan tandus (kini menjadi sumur Zamzam). Kemudian dia berikhtiar, berlari antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.

"Allah telah memerintahkan, maka berpikirlah positif akan itu. Niscaya Dia akan memberikan apa yang telah dijanjikan, seperti Sayyidah Hajar yang berada di puncak bukit," jelasnya.

Seperti juga Siti Hajar membawa anaknya Ismail yang masih bayi untuk hijrah dari Palestina ke Makkah atas perintah Allah melalui Nabi Ibrahim as. Dia yakin dan berpikir positif untuk melaksanakan perintah-Nya sekalipun tidak memiliki apa-apa.

"Kalau Anda belum apa-apa sudah berpikir negatif kepada Allah, maka jangankan rezeki, tapi usaha Anda pun akan sangat kurang," ungkapnya.

Keluhan, kata dai berusia 38 tahun ini, tidak akan menyelesaikan masalah apa-apa. Untuk itu dibutuhkan keyakinan kepada Allah yang diikuti dengan ikhtiar semaksimal mungkin.

"Jadi kalau Anda mau mengawali sesuatu selalu berpikirlah positif dan ucapkan Basmalah. Jalankan perintah Allah dengan ikhlas," tambahnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan