LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail AS bisa dijadikan motivasi dalam
bisnis. Ibu dan anak ini memulai usaha dengan modal prasangka baik kepada Allah SWT.
Pendakwah,
Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, modal utama dalam bisnis atau usaha bukanlah uang, relasi, dan investasi, melainkan prasangka baik kepada Allah SWT. Kendati demikian, ada langkah selanjutnya yang mesti dikerjakan dengan ikhtiar.
"Walaupun tidak ada
modal dan dalam keadaan sulit, kita harus punya prasangka baik kepada Allah SWT," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Jumat (21/10/2022).
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menjelaskan, hal itu jugalah yang dilakukan Siti Hajar ketika mencari air minum untuk anaknya Ismail, yang tengah kehausan.
Baca Juga: Tafsir Surat Ibrahim: Awal Kemunculan Bangsa Arab dari Keturunan IsmailDia meninggalkan Ismail di tengah gurun gersang dan tandus (kini menjadi sumur Zamzam). Kemudian dia berikhtiar, berlari antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
"Allah telah memerintahkan, maka berpikirlah positif akan itu. Niscaya Dia akan memberikan apa yang telah dijanjikan, seperti Sayyidah Hajar yang berada di puncak bukit," jelasnya.
Seperti juga Siti Hajar membawa anaknya Ismail yang masih bayi untuk hijrah dari Palestina ke Makkah atas perintah Allah melalui Nabi Ibrahim as. Dia yakin dan berpikir positif untuk melaksanakan perintah-Nya sekalipun tidak memiliki apa-apa.
"Kalau Anda belum apa-apa sudah berpikir negatif kepada Allah, maka jangankan rezeki, tapi usaha Anda pun akan sangat kurang," ungkapnya.
Keluhan, kata dai berusia 38 tahun ini, tidak akan menyelesaikan masalah apa-apa. Untuk itu dibutuhkan keyakinan kepada Allah yang diikuti dengan ikhtiar semaksimal mungkin.
"Jadi kalau Anda mau mengawali sesuatu selalu berpikirlah positif dan ucapkan Basmalah. Jalankan perintah Allah dengan ikhlas," tambahnya.
(bal)