Jepang Pernah Ingin Jadi Penyelamat Dunia Islam Saat Perang Dunia
Muhajirin
Selasa, 25 Oktober 2022 - 14:45 WIB
Bendera kelompok Nasionalis Jepang (foto: the guardian)
Jepang sudah mulai mengenal Islam sejak 1868 M melalui hubungan orang Jepang dan Muslim dari negara lain. Islam masuk ke Negeri Sakura itu melalui perdagangan, tepatnya bermula di Kobe sebagai titik kumpul.
Para pedagang memperkenalkan agama Islam dan Kobe menjadi awal mula penyebaran Islam di Asia Timur. Masjid Muslim Kobe di distrik Kitano,Kobe, menjadi masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun pada 1928 dan bisa digunakan publik sejak 1935.
Dalam seminar Pusat Penelitian dan Studi Islam Raja Faisal (KFCRIS) Arab Saudi pada Juni 2022 lalu mengungkapkan, Jepang pernah menjadi juru selamat dunia muslim sekira 1900-1945.
Profesor Emeritus di Universitas Bogazici Turki, Ayes Selcuk Esenbel mengeksplorasi kalangan nasionalis Jepang menggambarkan diri sebagai penyelamat umat Islam sebelum Perang Dunia II. Mereka berusaha mengkooptasi umat Islam sebagai sekutu kekaisaran Jepang melawan kekuatan Barat pada 1900-1945.
Baca Juga:Masjid Kobe, Masjid Tertua di Jepang Selamat dari Bom Perang Dunia II
Profesor asal Turki itu mengungkapkan kompleksitas perjumpaan intelektual dan politik antara aktivis diaspora muslim dan intelektual Asia Jepang selama perumusan strategi kekaisaran Jepang.
"Ada momen di mana Jepang proaktif dalam mencoba menanamkan wajah bahwa Jepang adalah sahabat khusus dunia Islam, tidak seperti kerajaan Barat yang mengeksploitasi dan menindas umat Islam," kata Esenbel, dikutip Arab News, Senin (24/10/2022).
Para pedagang memperkenalkan agama Islam dan Kobe menjadi awal mula penyebaran Islam di Asia Timur. Masjid Muslim Kobe di distrik Kitano,Kobe, menjadi masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun pada 1928 dan bisa digunakan publik sejak 1935.
Dalam seminar Pusat Penelitian dan Studi Islam Raja Faisal (KFCRIS) Arab Saudi pada Juni 2022 lalu mengungkapkan, Jepang pernah menjadi juru selamat dunia muslim sekira 1900-1945.
Profesor Emeritus di Universitas Bogazici Turki, Ayes Selcuk Esenbel mengeksplorasi kalangan nasionalis Jepang menggambarkan diri sebagai penyelamat umat Islam sebelum Perang Dunia II. Mereka berusaha mengkooptasi umat Islam sebagai sekutu kekaisaran Jepang melawan kekuatan Barat pada 1900-1945.
Baca Juga:Masjid Kobe, Masjid Tertua di Jepang Selamat dari Bom Perang Dunia II
Profesor asal Turki itu mengungkapkan kompleksitas perjumpaan intelektual dan politik antara aktivis diaspora muslim dan intelektual Asia Jepang selama perumusan strategi kekaisaran Jepang.
"Ada momen di mana Jepang proaktif dalam mencoba menanamkan wajah bahwa Jepang adalah sahabat khusus dunia Islam, tidak seperti kerajaan Barat yang mengeksploitasi dan menindas umat Islam," kata Esenbel, dikutip Arab News, Senin (24/10/2022).